Connect with us

METROPOLITAN

Bau Gas Kimia Hantui Warga Cilodan Cilegon, Mual dan Pusing Jadi Santapan Sehari-hari

Published

on

Warga Cilodan terpaksa menggunakan masker sewaktu-waktu lantaran terdapat bau zat kimia yang menyengat menghantui warga. (Iyus Lesmana/BantenHits).

Cilegon- Ratusan warga di lingkungan Cilodan, Kelurahan Gunung Sugih, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon mengeluhkan adanya bau menyengat yang diduga berasal dari idustri kimia yang terletak tak jauh dari lingkungan warga.

Mahris salah seorang warga mengungkapkan bau menyengat bahan kimia yang menyerupai bau gas kimia tersebut kerap terasa oleh warga saat terbawa oleh angin. Selain kondisi udara yang diduga tercemar zat kimia kualitas air yang berada di dalam sumur warga pun kerap menimbulkan bau kimia.

“Bau seperti ini bukan yang pertama kali, saya dan warga lainnya kerap cium bau kimia yang serupa. Apalagi jika terbawa angin baunya semakin tajam dan menyengat. Selain udara yang bau kimia air didalam sumur warga pun kadang terasa bau kimia,”ujar Mahris saat dikonfirmasi awak media.

Mahris menerangkan kualitas udara yang tercemar oleh zat kimia tersebut mengakibatkan warga mengalami gangguan kesehatan seperti gangguan pernafasan, pusing dan mual. Ia berharap agar industri kimia yang berada tak jauh dari lingkungan warga segera turun tangan untuk mengatasi adanya dugaan kebocoran kimia.

“Saking menyengatkanya bau kimia warga sampai pusing-pusing dan mual, saya khawatir sama anak-anak yang ada dilingkungan ini bila terjadi sesatu yang tidak diinginkan siapa yang nanti tanggung jawab,”terangnya.

Pantauan Bantenhits.com beberapa Industri yang terletak tak jauh di lingkungan warga Cilodan yakni PT Chandra Asri Petrochemical, PT Dongjin Indonesia, dan PT Asahimas Chemical. Sekira pukul 14:00 WIB memang tercium bau zat kimia yang cukup menyengat. Bahkan terlihat beberapa pengendara sepeda motorpun sempat menutupi hidungnnya dengan menggunakan tangan. Namun BantenHits.com masih menginvestigasi mengenai sumber bau zat kimia yang ditimbulkan.

Editor: Fariz Abdullah

Trending