Connect with us

METROPOLITAN

Ironi Ibukota Provinsi Banten; Car Free Day Pun di Kota Serang Disetop karena Tak Ada Anggaran

Published

on

Mahasiswa yang tergabung kedalam SWOT melakukan aksi unjuk rasa. Dalam orasinya mereka menyebut program 100 hari kerja Syafrudin-Subadri di Kota Serang agal total. Sebagai Ibukota Provinsi Banten, warga memiliki ekspektasi besar terhadap perkembangan Kota Serang. (Dok.BantenHits.com)

Serang – Kota Serang sebagai Ibukota Provinsi Banten menyisakan banyak ironi. Beberapa waktu lalu soal jalan rusak menjadi sorotan publik. Pasalnya, salah satu titik jalan rusak di Kota Serang tak lain akses utama menuju Pusat Pemerintahan Kota Serang.

Yang mengejutkan, Pemkot Serang tak bisa memperbaiki kerusakan jalan di akses utama itu karena status jalan masih milik pengembang perumahan dan belum diserahterimakan.

BACA JUGA: Pemkot Serang ‘Kalah’ sama Pengembang KSB, Jalan Rusak Menuju Pusat Pemerintahan Tak Bisa Diperbaiki

Tak hanya soal infrastruktur, ternyata 30 persen warga Kota Serang masih memiliki kebiasaan BAB di kebun. Selain soal perilaku, minimnya sarana menjadi penyebab utama.

Hal tersebut diungkap Wakil Wali Kota Serang Subadri Ushuluddin. Menurutnya, baru 72 persen masyarakat Kota Serang yang memiliki fasilitas mandi cuci kakus (MCK) pribadi di rumahnya.

BACA JUGA: Wali Kota Serang Beli Mobil Dinas Rp 1,6 Miliar, Ternyata 30 Persen Warganya Masih BAB di Kebun

Kini, kabar ironi dari Ibukota Provinsi Banten ini kembali terdengar. Karena tak memiliki anggaran, Pemkot Serang terpaksa hentikan kegiatan car free day yang sudah rutin dilakukan setiap Minggu selama bertahun-tahun.

Hal tersebut diungkapkan Kabid Pengelola Sampah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang, Ajat Sudrajat.

“Walau ini bukan bidang saya, tapi yang saya tau bahwa car free day terhenti karena terbatas anggaran,” ujarnya kepada awak media di kantornya, Senin 17 Juni 2019.

Lanjut Ajat menjelaskan, bahwa sebenarnya DLH Kota Serang menginginkan car free day tetap ada tetapi tidak setujui oleh Bappeda Kota Serang. Dikarenakan terbatas anggaran. 

Di tempat yang berbeda Wali Kota Serang, Syafrudin mengaku, bahwa dirinya tidak mengetahui alasan ditiadakannya car free day.

“Wah saya tidak tahu terkait dengan penghilangan car free day,” katanya.

Saat dikonfirmasi terkait dengan ketiadaan anggaran pada DLH, ia mengaku, jika memang demikian, maka harus ada perencanaan ulang pada program DLH.

“Kalau memang tidak ada anggaran, harus ada perencanaan ulang dari pihak-pihak yang terkait. Yaitu DLH, Satpol PP, dan Dishub,” tandasnya. 

Seperti diketahui, untuk Kepala DLH Kota Serang belum dapat ditemui, karena sedang ke Jakarta mengikuti rapat program car free day. Sedangkan, untuk Kabid yang menangani car free day pun sedang mengikuti open bidding di Bandung. 

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Trending