Connect with us

METROPOLITAN

Ditemukan di Pulau TNWC setelah Empat Hari Terombang-ambing di Lautan, Begini Kondisi Enam Nelayan Pandeglang

Published

on

Nelayan di Pandeglang

Nelayan Pandeglang merapihkan jaring saat mereka tak melaut. Surat Ijin Penangkapan Ikan atau SIPI yang dimohonkan nelayan ke DPMPTSP Provinsi Banten tiga bulan tak kunjung jadi. Nelayan pun memilih tak melaut karena takut dirazia Polairud. (Dok.BantenHits.com)

Pandeglang – Setelah beberapa hari Terombang-ambing di tengah lautan dengan kondisi mesin mati, kapal berpenumpang enam nelayan Pandeglang ditemukan terdampar di perairan Lampung, Minggu, 23 Juni 2019.

Sebelumnya, kapal pencari ikan milik Memed, warga Labuan ini, terakhir kontak Rabu, 19 Juni 2019. Saat itu pemilik kapal menerima laporan mesin kapal mati di sekitar Perairan Tanjung Lesung.

Kapal tersebut dinakhodai Kudil (55) beserta lima ABK yakni Ani (30), Dini (35), Obing (30), Zaenal (30) dan Ade (30).

BACA :  Tingkatkan Kualitas dan Mutu, UNIS Bangun Kampus II

BACA JUGA: Cari Ikan di Perairan Tanjung Lesung, Kapal Berpenumpang Enam Orang Dilaporkan Hilang

Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Amstono mengatakan, enam nelayan bersama kapalnya ditemukan terdampar di Tambling Wildife Nature Conservation atau TWNC Ujung Selatan Sumater, Bandar Lampung oleh seorang pegawai pulau.

“Ya sudah ditemukan di Pulau TWNC. Kapal tersebut terlihat oleh saudara Agus, salah satu pegawai pulau dalam keadaan mati mesin dan terombang ambing di pesisir pantai pulau, kemudian Agus menarik kapal itu ke pesisir pantai pulau TNWC,” kata Indra, Minggu 23 Juni 2019.

Setelah berada di daratan, kemudian Agus menginterograsi keenam penumpang kapal, lalu menghubungi pemilik kapal.

BACA :  UN Batal Dihapus, Zaki Minta Pusat Lakukan Kajian

“Alhamdulilah, mereka ditemukan dalam kondisi sehat, meski terombang-ambing beberapa hari di lautan,” tandas Indra.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Advertisement
Click to comment

Terpopuler

Please disable your adblock for read our content.
Refresh