Connect with us

METROPOLITAN

Emak-emak di Banten Dilatih Basarnas Penyelamatan Bencana

Published

on

Emak-emak alias ibu-ibu yang tergabung Dharma Wanita Pesauran (DWP) yakni organisiasi para istri anggota Basarnas, mendapat pelatihan penanganan bencana dari Basarnas Banten, Kamis, 8 Agustus 2019.(Istimewa/Dok. Basarnas Banten)

Serang – Ada yang berbeda dari kegiatan yang digelar Basarnas Banten yang telah berganti nama menjadi Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) di Kantor KPP Kelas B Banten, Jalan Raya Serang-Cilegon, Kelurahan Wulandira, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Kamis, 8 Agustus 2019.

Biasanya, peserta pelatihan yang digelar KPP umumnya didominasi kaum pria. Namun, pelatihan kali ini, seluruh pesertanya emak-emak alias ibu-ibu yang berasal dari Darma Wanita Persaruan (DWP) yakni organisiasi para istri dan anggota perempuan Basarnas Banten.

Melalui kegiatan bertajuk ‘DWP Goes to SAR’, KPP Kelas B Banten ingin memberikan edukasi tentang keselamatan kepada kaum hawa.

Kepala Kasubsi Sumber Daya KPP Klas B Banten, Nono Warsono melalui Humas KPP Klas B Benten menyebutkan, sebanyak 24 anggota DWP KPP Klas B Banten mengikuti serangkaian kegiatan pengenalan tentang peran serta perempuan dalam menjaga keselamatan lingkungan dan keluarga.

Dalam kegiatan ini para peserta diberikan pemkalan tentang bagaimana cara menyelamatkan diri saat terjadi Gempa Bumi serta cara menangani Kebakaran dengan cara konfensional (Modern) menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang dapat digunakan di lingkungan keluarga.

“Para ibu biasanya lebih banyak waktu berada di rumah, untuk itu perlunya pembekalan tentang penanganan pertama saat bencana seperti gempa dan kebakaran jika terjadi di tengah lingkungan tempat tinggalnya. Dan yang terpenting bisa menularkan apa yang dipelajari hari ini kepada para tetangga di lingkungan tempat tinggalnya,” kata Nono saat sambutan, seperti dilansir dalam eterangan tertulis yang diterima BantenHits.com.

Setelah mendapatkan pemahaman tentang pertolongan dan penyelamatan secara teori, para ibu DWP ini diberikan kesempatan oleh trainer (Pendamping) untuk mempraktekkan apa yang telah disampaikan secara teori.

“Jadi tidak hanya teori saja kita dampingi untuk prakter langsung seperti yang disampaikan sebelumnya dalam teori,” tambah Nono.

“Kita perlu tingkatkan budaya keselamatan di lingkungan keluarga anggota basarnas, saat ditinggal siaga atau operasi pencarian dan pertolongan para istri harus bisa mandiri dalam penanganan apabila ada gempa dan kebakaran” lanjut Nono.

Usai kegiatan Anggota KPP Klas II B Banten melakukan foto bersama dengan DWP KPP Klas II B Banten yang diawali dengan penyerahan buku SAR Goes to School dengan harapan nantinya dapat memberikan manfaat positif kepada ibu ibu DWP.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Trending