Connect with us

METROPOLITAN

Proyek Pelebaran Jalan Raya Panimbang-Tanjung Lesung Dikeluhkan Warga

Published

on

Proyek pelebaran Jalan Raya Panimbang-Tanjung Lesung dikeluhkan warga karena berdebu. (BantenHits.com/ Engkos Kosasih)

Pandeglang – Proyek pelebaran jalan nasional di Jalan Raya Panimbang-Tanjung Lesung, tepatnya di Desa Mekarsari, dan Citeureup dikeluhkan masyarakat. Pasalnya, proyek untuk menunjang Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) itu membuat lokasi di sekitar berdebu. 

Dari pantauan BantenHits.com, kondisi debu yang tebal itu membuat rumah warga di tepi jalan dan kendaraan terlihat kotor. Ironisnya, tidak ada penyiraman air untuk mengantisipasi debu tersebut.

Deden Sudiana, salah seorang warga meminta agar pihak pelaksana melakukan penyiraman air terhadap jalan yang sudah dikerjakan sekitar tiga bulan itu agar masyarakat tidak terkenda dampak oleh proyek tersebut.

“Kami mendukung adanya pelebaran jalan itu, tetapi tolong perhatikan kesehatan warga sekitar, jangan sampai terkena dampak oleh debu yang ditimbulkan. Minimal ada penyiraman di proyek tersebut,”  kata Deden kepada BantenHits.com, Selasa, 20 Agustus 2019.

Selain itu, proyek dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (KemenPUPR) diduga tidak transparan. Karena dari pantauan, tidak ditemukan adanya papan informasi peroyek.

“Iya saya juga tidak melihat adanya papan proyek,” tambah warga Desa Citeureup itu.

Selain Deden, warga pengguna jalan juga mengeluhkan kodisi tersebut. Setiap hari lewat kesana pasti terkena debu.

“Ini mah parah, jalan juga hampir tak terlihat oleh debu. Setiap hari saya bulak balik Cigeulis – Panimbang kesulitan oleh debu,” ujar Yopi warga Cigeulis.

Sementara Kepala DPUPR Pandeglang, Girgiantoro meminta agar pihak pelaksana melakukan penyiraman. Karena didalam SOP pembangunan jalan, ada penyiraman.

“Seharusnya ada penyiraman, agar masyarakat tidak terkena dampak. Saya akan coba kordinasikan,” singkat Girgi.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Trending