Connect with us

METROPOLITAN

Menolak Khilafah, Di Hadapan Anggota BEM se-Banten Ma’ruf Amin Paparkan Konsep Pemerintahan

Published

on

Wakil Presiden terpilih yang juga Ketua MUI KH. Ma’ruf Amin saat menghadiri penutupan jambore kebudayaan BEM se-Banten, Minggu, 25 Agustus 2019.(BantenHits.com/Mahyadi)

Serang – Wakil Presiden terpilih yang juga Ketua MUI KH. Ma’ruf Amin menilai konsep khilafah tidak sesuai dengan kesepatan bangsa Indonesia yang telah final.

“Kita bersyukur bangsa ini walaupun majemuk, berdiri dari berbagai agama, suku bangsa, dan ras, tapi bisa dipersatukan dalam wadah kebangsaan oleh pendiri bangsa. Ini satu prestasi luar biasa,” kata Ma’ruf saat menutup jambore kebangsaan dan kebudayaan BEM se-Banten di Kawasan Kesultanan Banten, Minggu, 25 Agustus 2019.

Para pendiri bangsa, lanjutnya, berhasil menyatukan bangsa melalui kesepakatan nasional. Karenanya tugas generasi selanjutnya menjaga dan memelihara keutuhan tersebut dalam bingkai kesepakatan. 

“Kita tidak boleh melakukan upaya-upaya yang sifatnya menciderai kesepakatan,” tegasnya.

Ma’ruf berpendapat, memegang teguh kesepakatan nasional soal konsep pemerintahan adalah keharusan.

“Orang itu harus memegang teguh kesepakatan atau perjanjian bahwa negara ini didirikan di atas konsesus atau yang dikenal empat pilar. Yakni, Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika,” terangnya. 

“Kita tidak boleh keluar dari bangunan kebangsaan ini. Dakwah Islam boleh asal tidak menciderai kesepakatan,” sambungnya.

Ma’ruf lantas menyebut tokoh asal Banten yang ikut memperjuangkan Indonesia. Misalnya KH Achmad Khotib dan Brigjend Syam’un. Selain itu, Ma’ruf menyebut Banten sebagai salah satu provinsi yang pernah menjadi pusat peradaban Islam. Ia meminta agar kebudayaan yang ada di Banten terus dikembangkan. 

“Kita harus jaga dengan melakukan upaya-upaya konservasi budaya. Tidak hanya bertahan di dalam negeri sendiri tapi kita perlu pasarkan agar budaya kita jadi budaya global,” pungkasnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Trending