Connect with us

METROPOLITAN

Resmi Dilaporkan GP Ansor, Pejabat Pandeglang Akui Postingannya di Facebook Emosional

Published

on

Unggahan pejabat Pemkab Pandeglang di Facebook yang menuai reaksi dan terancam dipolisikan Ansor Pandeglang. Saat yang bersamaan yang bersangkutan langsung meminta maaf terkait postingannya. (Tangkap layar Facebook/kolase BantenHits.com)

Pandeglang – GP Ansor Pandeglang, resmi melaporkan Rahmat Zultika salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintah Kabupaten Pandeglang ke Polres Pandeglang terkait unggahan Facebooknya yang diduga menghina barisan Ansor serbaguna atau Banser.

Laporan pengaduan nomor 009/PC-X/SL-01/VIII/2019 itu diserahkan langsung oleh Ketua PC GP Ansor Pandeglang, Lukamnul Hakim bersama rekan-rekan Ansor pada Kamis malam tanggal 29 Agustus 2019.

“Sudah dilaporkan, kenapa kami bergerak cepat, karena unggahan (Facebook Rahmat) langsung mengundang reaksi dari ulama-ulama kami, sehingga kami langsung melaporkannya, agar Pandeglang tetap kondusif,” kata Lukman saat dihubungi BantenHits.com, Jumat, 30 Agustus 2019.

Sementara melalui ketetangan tertulis yang diterima BantenHits.com, Rahmat Zultika mengaku sudah meminta maaf atas unggahannya yang menyinggung Banser.

“Saya sudah menyampaikan permohonan maaf. Ini emang kesalahan saya, terlalu emosional, kurang hati-hati. Saya berkeyakinan bahwa Banser organisasi Islam, dam saya salah satu umat Islam yg meminta maaf atas kesalahan ini,” katanya.

Saat ditanya terkait unggahanya dilaporkan ke Polres Pandeglang, Rahmat menanggapi santai dan akan menghadapi laporan tersebut.

“Tidak ada masalah yang tidak berujung, Insya Allah. Minta doanya saja,” tandasnya.

Sebelumnya unggahan facebook Sekertaris DPUPR Pandeglang itu, tampak melontarkan kata-kata kasar terhadap Banser. Dia menyebut bahwa Banser diam saja terhadap Organisasi Papua Merdeka (OPM), bahkan terkesan tidak berani.

OPM merupakan organiasi yang pro kemerdekaan Papua, bahkan OPM sendiri sering kontak senjata dengan TNI-Polisi hingga memakan korban, salah satunya anggota Polda Papua, Briptu Heidar yang tewas ditangan anggota OPM.

“Banser yg (Yang) moncongnya bilang NKRI harga mati. Terhadap sparatis OPM langsung mingkem. Ga (Enggak) ada suaranya. Plongo,” tulis Rahmat dalam unggahananya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Trending