Connect with us

METROPOLITAN

Polisi Sebut Pelaku Pemerasan TKSK di Pandeglang Diprediksi Bakal Bertambah

Published

on

Kapolres Pandeglang AKBP Indra Luthrianto saat ekspose OTT oknum wartawan yang memeras TKSK. (BantenHits.com/Engkos Kosasih).

Pandeglang – Polres Pandeglang akan melakukan pengembangan kasus pemerasaan yang melibatkan WS (40) seorang oknum wartawan media online Sorot Desa yang bertugas di Kabupaten Pandegalang.

WS yang baru dua tahun menjadi wartawan, tertangkap tangan melakukan pemerasaan kepada Ucu Ridwan Tenaga Kesejahtraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kecamatan Mandalawangi.

Baca Juga: Peras TKSK Rp 10 Juta, Oknum Wartawan Media Online di Pandeglang Terjaring OTT Polisi

Modus WS bermula, saat ia menerbitkan dugaan Pungutan Liar (Pungli) Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan mengancam akan memberitakan kembali jika tidak memberikannya uang sebesar Rp10 juta. Karena ketakutan, Ucu menyerahkan uang yang di minta, tetapi hanya sekitar Rp6 juta.

Pada saat WS mengambil uang yang diminta ke rumah korban di Kampung Cihideung, Desa Cikoneng, Kecamatan Mandalawangi, WS berangkat bersama temannya berinisial HR. Namun, saat ini status HR hanya menjadi saksi.

“Kemungkinan akan mincul tersangka baru, nanti kita lihat perkembangannya,” kata Kapolres Pandeglang, AKBP Indra Lutrianto Amstono, Selasa, 3 September 2019.

TKSK Tidak Melakukan Pungli!

Indra memastikan bahwa Ucu Ridwan tidak melakukan Pungli RTLH seperti yang diberitakan oleh WS sebelumnya. Hal itu, berkaca atas keberanian Ucu yang melaporkan tindak pidana pemerasaan kepada pihak Kepolisian.

“Untuk korban TKSK tidak (Pungli), makanya dia berani melapor kepada pihak Kepolisian, kalau dia pelaku (Pungli) mungkin dia tidak akan melapor kepada pihak Kepolisian,” jelasnya.

Tersangka merupakan seorang residivis dengan kasus yang sama pada tahun 2015. Parahnya, pada saat itu tersangka menggunakan senjata api untuk menakuti korban. Akibat ulahnya, WS dikenakan pasal 368 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.

Editor: Fariz Abdullah

Trending