Connect with us

METROPOLITAN

Pengemudi di Bawah Umur Dominasi Pelanggaran, Operasi Patuh Kalimaya 2019 Polda Banten Jaring 19.471 Kendaraan

Published

on

Dirlantas Polda Banten Kombes Pol. Wibowo mengungkapkan pengendara di bawah umur di Banten mendominasi pelanggaran lalu lintas. Tercatat Operasi Patuh Kalimaya 2019 Polda Banten yang digelar 24 Agustus-11 September 2019 berhasil menjaring 19.471 kendaraan. (BantenHits.com/Mahyadi)

Serang – Operasi Patuh Kalimaya yang dilaksanakan sejak 29 Agustus – 11 September 2019 telah selesai dilaksanakan. Hasilnya 19.471 kendaraan roda dua dan roda empat di wilayah hukum Polda Banten dilakukan pendindakan.

Dirlantas Polda Banten Kombes Pol. Wibowo mengatakan ada 3.458 pengendara yang masih di bawah umur mendominasi hasil Operasi Patuh Kalimaya 2019.

“Kegiatan Operasi Patuh Kalimaya kemarin alhamdulillah apa yang menjadi sasaran bisa tercapai bagaimana menertibkan dan mensadarkan masyarakat dalan lalu lintas,” kata Wibowo di Mapolda Banten, Kamis 12 September 2019.

Dalam operasi tahun ini didapati angka kecelakan maupun korban meninggal dunia pada 2019 sudah mulai berkurang dibandingkan dengan 2018.

“Kalau tahun 2018 ada 35 kasus kecelakan lalu lintas, di dalam tahun 2019 ini jika kita jumlahkan ada 28 kasus kecelakaan,” ucapnya.

“Kemudian, kasus korban kecelakaan yang meninggal dunia pada tahun ini 6 orang. Ini juga sudah jadi tuntutan pemerintah bagai mana mengurangi kecelakaan lalulintas sehingga di tahun 2024 yang akan datang masyarakat biasa tertib dalam lalulintas,” sambungnya.

Ekspos hasil Operasi Patuh Kalimaya 2019 Direktorat Lalu Lintas Polda Banten. (BantenHits.com/Mahyadi)

Wibowo menjelaskan, terkait pelanggaran lalu lintas korban luka berat mapaun luka ringan juga mengalami penurunan.

“Kemudian ada pelanggaran lalulintas berbanding terbalik kalau jumlah lala lantas tadi menurun kalau pelanggaran lalu lintas terjadi peningkatan,” paparnya.

Untuk menurunkan lakalantas salah satu cara yang dilakukan oleh pihak kepolisian adalah meningkatkan operasi pelanggaran lalu lintas.

“Jika kita hitung sejak tahun 2018 sampai dengan tahun 2019 terjadi peningkatan (pelanggaran) sebanyak 80 persen. Kemudian juga yang perlu dipahami bahwa dari data yang ada jumlah pelanggaran terbesar yaitu pengguna helm SNI,” pungkasnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Trending