Connect with us

METROPOLITAN

MPB Desak Polisi Tegas soal Penyerangan Markas BPPKB di Tanah Abang

Published

on

Penyerangan Siswa Asal Bogor

FOTO Ilustrasi penyerangan. (Istimewa).

Lebak- Masyarakat Peduli Banten (MPB) mendesak aparat kepolisian untuk mengambil tindakan tegas terhadap kawanan masyarakat yang bertindak premanisme di Indonesia. 

Selain meresahkan masyarakat, tindakan premanisme juga berpotensi menimbulkan konflik di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Majlis Tinggi Ormas MPB, Deden M Fatih mengungkapkan desakan ini muncul setelah markas atau kesekretariatan Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar (BPPKB) Provinsi Banten DPC Jakarta pusat disatroni kawanan masyarakat berpakaian preman yang membawa senjata tajam, Jumat, 25 Oktober 2019.

Tak hanya membawa senjata tajam, Deden menyebutkan kawanan preman tersebut juga melayangkan beberapa ancaman akan membunuh salah satu pentolan BPPKB.

“Kita minta aparat penegak hukum mengambil tindakan tegas dan mengusut tuntas kasus ini. Karena yang kami terima laporannya bahwa kawanan preman itu mengancam akan membunuh H Okis salah satu pentolan dan anggota BPPKB Banten Jakpus,”kata Deden kepada BantenHits, di Kabupaten Lebak, Senin, 28 Oktober 2019.

Saat kawanan preman mendatangi kantor sekretariat, lanjut Deden, para anggota BPPKB Banten tengah mengikuti kegiatan penyuluhan Kamtibmas yang di selenggarakan oleh Binamas Polda Metro Jaya bertempat di Polsek Metro Tanah Abang.

“Jadi satu anggota yang standby di sekretariat laporan kalau kantor didatangi kawanan preman dengan membawa senjata dan ancaman. Anggota lainnya yang tengah mengikuti kegiatan akhirnya datang dan mempertanyakan maksud kedatangan para kawanan preman,”tuturnya.

Namun, sambung Deden, saat anggota lainnya datang para kawanan ini tak lagi terlihat di sekretariat hingga akhirnya seluruh anggota dikerahkan untuk mencari kawanan preman.

“Ketemu di pencucian mobil Petamburan, ternyata mereka sudah menyiapkan senjata tajam dan salah satu anggota BPPKB Banten Jakpus ada yang terluka,”ungkapnya.

Editor: Fariz Abdullah

Trending