Connect with us

METROPOLITAN

Ada Lansia Miskin Tinggal di Gubuk Tengah Hutan, Prajurit TNI Kodim 0601 Pandeglang Susuri Jalan Setapak Pikul Sembako

Published

on

Komandan Kodim 0601 Pandeglang Letkol Inf. Denny Juwon Pranata. M.Tr (HAN) menyerahkan sembako kepada Saedah (70), lansia miskin yang tinnggal di gubuk tengah hutan. (BantenHits.com/ Engkos Kosasih)

Pandeglang – Seorang nenek miskin di Kampung Cimalingping, Desa Cikadu, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Pandeglang, Saedah (70), harus menghabiskan masa tuanya seorang diri di sebuah gubuk tidak layak huni.

Dalam gubuk berukuran 4×4 itu, Saedah hidup tanpa aliran listrik, karena khawatir tidak mampu membayar tagihan bulanan. Selain itu, rumah Saedah juga berada di tengah hutan jauh dari perkampungan warga.

BACA JUGA: Sedih! Nenek Miskin Tinggal dalam Gubuk Tak Layak Huni di Tengah Hutan

BACA :  Mendadak Banyak Lalat Hijau Besar Berterbangan, Nasib Tragis Warga Pondok Betung Terungkap

Informasi memilukan soal Saedah direspons cepat jajaran Kodim 0601 Pandeglang dengan memberikan sejumlah bantuan kepada Saedah, Jumat, 13 Desember 2019.

Wartawan BantenHits.com Engkos Kosasih melaporkan, para prajurit TNI Angaktan Darat itu menyusuri jalan setapak perkebunan sawit di Desa Cikadu untuk menuju rumah Saedah sambil memikul sembako untuk bekal Saedah.

“Kita melaksanakan Jumat berkah, dan menyalurkan bantuan kepada yang membutuhkan. Kebetulan ibu (Saedah) membutuhkan bantuan,” kata Dandim 0601 Pandeglang Letkol Inf. Denny Juwon Pranata. M.Tr (HAN).

Menurutnya kegiatan ini juga untuk menjalanlan salah satu doktrin TNI, yang mana didalam doktrin itu TNI harus meringankan beban masyarakat yang ada di lingkungan sekitar TNI.

BACA :  Polisi Bebaskan Pemilik Kos yang Pasang CCTV di Kamar Mandi Mahasiswi

“Semoga bantuan yang diberikan ini bermanfaat. Bantuan ini putih bersih dari hati, tanpa kepentingan apapun,” jelasnya.

Sementara Saedah mengaku merasa terharu menerima bantuan sembako dan alat masak dari Kodim 0601 Pandeglang itu. Mengingat, kondisinya yang tidak mampu sehingga harus dibantu oleh orang lain.

“Saya sedih rasanya, karena orang tidak mampu, ya kalau rejeki mah rejeki saya tapi saya sedih,” katanya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Terpopuler