Connect with us

METROPOLITAN

Beda dengan Jokowi, Politisi Gerindra Tak Setuju PETI Disebut Pemicu Utama Bencana di Lebak

Published

on

Banjir bandang yang menerjang Kecamatan Lebakgedong dilaporkan membawa hanyut dua warga Desa Banjarsari, Kecamatan Lebakgedong. (Istimewa).

Lebak- Banjir bandang dan longsor menerjang Kabupaten Lebak, Rabu, 1 Januari 2020. Akibatnya enam kecamatan seperti Sajira, Cipanas, Lebakgedong, Curugbitung, Cimarga dan Maja luluhlantah tergerus derasnya arus banjir.

Dugaan mencuat pemicu banjir bandang akibat adanya Pertambangan Tanpa Izin (PETI). Hal itu membuat Presiden Joko Widodo ambil sikap dan memerintahkan agar aktivitas penambangan ilegal di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) dihentikan.

Baca Juga: Jokowi Minta Penambangan Emas yang Picu Banjir Bandang di Lebak Dihentikan

Sementara DPRD Kabupaten Lebak mengaku tak setuju jika PETI disebut menjadi faktor utama pemicu banjir bandang dan longsor di Kabupaten Lebak.

BACA :  Ngaku Orang Dekat Airin, Pria Ini Tipu Warga Puluhan Juta

Hal itu disuarakan Bangbang SP anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Lebak saat dihubungi BantenHits.com, Kamis, 16 Januari 2020.

Menurut politisi Partai Gerindra ini pemicu banjir bandang dan longsor di Kabupaten Lebak bukan hanya akibat PETI atau tambang emas ilegal. Melainkan ada faktor lain seperti penggundulan hutan, kurangnya pepohonan di daerah hulu.

“Kalau penambang emas tanpa izin (PETI) disebut pemicu banjir bandang dan longsor mungkin saya setuju itu salah satu nya. Bukan penyebab utama nya karena PETI,”kata Bangbang.

“Kita harus bijak ada faktor lain juga seperti penggundulan hutan, kurangnya pepohonan di dareah hulu dan keberadaan PETI itu sudah puluhan bahkan ratusan tahun yang jelas pemerintah harus tegas untuk mentertibakan PETI tersebut,”tambahnya.

BACA :  Tersangka Perambah Hutan Ditangkap

Ia juga meminta pemerintah untuk menyiapkan solusi untuk masyarakat yang berada di wilayah sekitar tambang. “Solusinya jangan lupa bagi masyarakat yang berada di wilayah tambang supaya beralih pekerjaan dari PETI ke program pemerintah yang mendukung penghijauan,”pintanya.

Pria yang sempat menjabat ketua DPRD Kabupaten Lebak sementara ini menyarankan agar pemerintah fokus menangani penanggulangan pasca banjir agar tidak lagi ada masyarakat yang terabaikan.

“Yang jelas kang kalau saya secara pribadi kita jangan dulu mempersoalkan penyebab banjir dan longsor kita baru dua minggu melewati duka bencana ini. Sebaik nya pemerintah daerah sampe pusat fokus dulu ke penanggulangan pasca bencana karena kalau tidak cepat penanggulangan nya saya khawatir banyak saudara-saudara kita yang terkena bencana banyak yang kelaparan dan kegelisahan karena tidak punya tempat tinggal,”pungkasnya.

BACA :  LPA Minta Polisi Proses Dugaan Pencabulan Balita di Cibodas Tangerang

Editor: Fariz Abdullah



Terpopuler