Connect with us

Berita Utama

Tegukan Whiskey Terakhir sebelum Nyawa Yati Meregang di Tangan Suami

Published

on

Ditusuk

Ilustrasi pembunuhan bos pabrik di Kampung Nagrak, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang. (Foto: Google)

Tangerang – Warga Kampung Nagrak, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, dihebohkan oleh peristiwa sadis yang dialami bos pabrik Nur Khayati (sebelumnya ditulis Yati, 50), yang meregang nyawa dengan tubuh dihujani tusukan, Sabtu dini hari, 8 Februari 2020 sekitar jam 01.30 WIB.

Pelaku pembunuhan sadis tersebut adalah Edi Punama Ong (sebelumnya hanya ditulis Edi, 72), yang tak lain suami korban.

Peristiwa menggemparkan itu diketahui warga setelah ada jeritan di tengah malam dari rumah megah pasangan suami istri tersebut.

Dikutip BantenHits.com dari Kompas.com, Kasubag Humas Polres Metro Tangerang Kota Kompol Abdul Rachim mengatakan, sebelum Edi membunuh istrinya sendiri Nur Khayati, pelaku dan korban sama-sama menenggak minuman keras.

BACA :  Berkas Lengkap, Pengidap Depresi yang Dirantai di Gandasari Dibawa ke RSJ Grogol

“Pelaku dan korban ini sebelumnya minum (minuman keras) bareng di kamar,” kata Abdul Rohim, Selasa, 11 Februari 2020.

Lanjut Rachim, setelah menegak minuman keras jenis Whiskey, pelaku dan korban terlibat adu mulut.

Saat adu mulut, korban sempat melempar asbak ke arah pelaku yang kemudian membuat pelaku naik pitam.

“Pelaku yang tak terima, turun mengambil pisau dapur,” kata Rachim.

Pisau dapur tersebut kemudian menjadi alat pelaku untuk menusuk-nusuk seluruh bagian tubuh korban sehingga mendapat 32 luka tusukan.

“Korban ada 32 tusukan dari penganiayaan suaminya sendiri. Dia gunakan pisau dapur,” ungkapnya.

“Motifnya cekcok rumah tangga, tidak ada keterangan lain,” tutur Rachim.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana
Sumber: Kompas.com

BACA :  Anaknya Ditolak Masuk Sekolah, Warga Panunggangan Utara Geruduk SMKN 5 Tangerang



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-1015 bekerja sebagai produser di Info TV. Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Terpopuler