Connect with us

Berita Utama

Ogah Terpapar Virus Corona, 60 Pekerja Cleaning Service di RSUD Banten Ramai-ramai Resign Walau Gaji Naik Jadi Rp 5 Juta

Published

on

Adegan dalam video viral saat petugas RSUD Drajat Prawiranegara evakuasi pasien penyakit paru-paru yang disangka terjangkit virus corona. RSDP memastikan pasien tersebut bukan pasien yang terjangkit virus Corona.(Tangkap layar WhatsApp)

Serang – Gubernur Banten Wahidin Halim telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) yang menetapkan Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Banten atau RSUD Banten menjadi RS khusus rujukan penanganan pasien Covid-19.

Pasca-keputusan tersebut, 60 lebih pekerja cleaning service di RSUD Banten memilih mengundurkan diri karena takut terpapar virus Corona.

Saat ini, tercatat hanya tinggal 21 orang cleaning service yang memilih bertahan bekerja di RSUD Banten. Mereka mendapatkan kenaikan gaji signifikan sebesar Rp 5 juta per bulan selama tiga bulan penanganan Covid-19 di Banten. Padahal normalnya mereka hanya digaji Rp 1,2 juta per bulan.

BACA :  Ini Respons Dinas Pendidikan Pandeglang soal Buku SD tentang Yerusalem Ibu Kota Israel

Salah seorang mantan pekerja cleaning service di RSUD Banten yang engan menyebutkan namanya kepada BantenHits.com mengaku, ia dan rekanya memilih keluar dari RSUD Banten dengan alasan takut terpapar Covid-19.

“Setelah ditetapkan jadi rumah sakit rujukan saya dan kawan-kawan ditanya oleh pihak direktur RSUD Banten mengenai kesiapan untuk menangani Corona,” katanya kepada BantenHits.com saat ditemui di kediamanya di Kota Serang, Kamis, 26 Maret 2020.

Ia menjelaskan, sesaat setelah RSUD Banten ditetapkan jadi rujukan penanganan pasien Covid-19, para cleaning service diberikan arahan dari pukul 22.00-23.00 WIB. Mereka diminta kesiapan menangani Covid-19 namun saat malam itu tidak ada yang mau.

“Tidak mau. Malam itu saya dan kawan-kawan masih bekerja membersihkan setiap ruangan gedung lama dan gedung baru pulang jam 1 malam,” ungkapnya.

BACA :  Polresta Tangerang Gelar Rakor Pengamanan Operasi Ramadniya Kalimaya 2017

Sumber BantenHits.com kembali menambahkan, satu hari jelang disinya RSUD oleh pasien Covid-19, para cleaning service, OB dan seluruh karyawan kembali dikumpulkan.

“Saat siang itu kita di jelaskan soal kerjaan penanganan dan nilai gaji yang diterima per 1 bulan Rp 5 juta. Saat malam itu belum dijelaskan soal gaji. Setelah dijelaskan ada beberapa teman saya yang mau untuk terus bekerja, sebelumnya kita (cleaning service) menerima gaji Rp 1,2 juta per bulan,” jelasnya.

Setelah mengundurkan diri dari pekerjaan tersebut, mantan cleaning service di RSUD Banten itu mengaku, tidak berpikiran untuk segera mencari pekerjaan baru. Dia lebih memilih menjaga kesehatan seperti olah raga dan kembali kumpul dengan keluarga di rumah.

BACA :  Pembunuh Sadis Eno Parihah yang Masih SMP Dikenal Pendiam

“Setelah saya berhenti bekerja ya kembali main bola dengan rutin, salah satu cara menjaga kesehatan dan yang utama sering-sering cuci tangan,” pungkasnya.

Hingga berita ini dipublikasikan, belum ada keterangan resmi dari manajemen RSUD Banten. BantenHits.com masih mengupayakan konfirmasi.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Terpopuler