Connect with us

Berita Terbaru

Usai Kunker ke Serang, Pejabat Tulangbawang Langsung ‘Tumbang’ Batuk Pilek Lalu Berstatus PDP Corona

Published

on

Adegan dalam video viral saat petugas RSUD Drajat Prawiranegara evakuasi pasien penyakit paru-paru yang disangka terjangkit virus corona. RSDP memastikan pasien tersebut bukan pasien yang terjangkit virus Corona.(Tangkap layar WhatsApp)

Serang – Seorang pejabat eselon II di Kabupaten Tulangbawang, Lampung, mendadak ‘tumbang’ mengalami gejala batuk dan pilek seusai melakukan kunjungan kerja alias kunker ke Serang.

Tak dijelaskan secara detail, apakah kunker dilakukan ke Pemkab Serang atau Pemkot Serang. BantenHits.com mencoba menelusuri agenda kerja antar-pemerintah tersebut.

Dikutip BantenHits.com dari TribunLampung.co.id, pejabat tersebut langsung berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) ringan Covid-19 dan menjalani isolasi di RSUD Menggala. Kondisinya kini dilaporkan berangsur membaik.

Kepala Dinas Kesehatan Tulangbawang Fathoni mengatakan, pihaknya berinisiatif mengisolasi pejabat tersebut ke RSUD Menggala lantaran khawatir terpapar virus corona.

BACA :  Lagi Enak Tidur, Cablak Kena Peluru Nyasar di Tangerang

“Kondisinya masih stabil, bisa dikatakan membaik. Kemarin sudah diambil sampel darah dan dikirim ke Diskes Provinsi (Lampung). Memang pasien ini sebelum ke rumah sakit, sempat demam, batuk, pilek. Tapi tidak ada gangguan pernapasan. Makanya langsung diisolasi di RSUD,” terang Fathoni, Jumat siang, 27 Maret 2020.

Meskipun tidak menunjukkan gejala sakit parah, pasien tersebut tetap dipantau oleh tim medis dari RSUD Menggala.

“Keluhan sekarang tidak ada, stabil. Kita masih nunggu hasil tes lab. Nanti (hasilnya) akan diumumkan oleh (Diskes) provinsi,” papar Fathoni.

Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, Fathoni memastikan untuk sementara ini siapa pun tidak boleh menjenguk pejabat PDP tersebut.

“Siapa pun tidak boleh menjenguk, termasuk dari keluarga. Yang boleh masuk ruangan itu hanya tim medis,” terang Fathoni.

BACA :  Bupati Pandeglang Minta Maaf soal Insiden di RSUD

Bupati Tulangbawang Winarti saat meninjau RSUD Menggala, beberapa waktu lalu. RSUD Menggala saat ini tengah merawat pejabat Pemkab Tulangbawang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) ringan Covid-19. 

Terkait 40 anggota DPRD Tuba yang ikut serta dalam perjalanan ke Pulau Jawa bersama pejabat itu, Fathoni memastikan, mereka sementara ini dinyatakan sehat.

Pasalnya, Diskes bersama tim sudah melakukan pemantauan dan observasi terhadap 40 anggota dewan tersebut.

“Sudah melewati masa observasi 14 hari, mereka stabil. Tidak ada keluhan,” ungkap Fathoni.

Pasca ditetapkannya salah satu pejabat eselon II Pemkab Tulangbawang berstatus PDP ringan Covid-19, Pemkab Tulangbawang melarang pejabat ataupun ASN di lingkup pemkab setempat melakukan kunjungan ke luar kota, khususnya kota yang wilayahnya dinyatakan pandemi virus corona.

BACA :  Jenazah Dokter Muda Asal Pamulang Tangsel yang Meninggal di Maluku Tenggara Tiba di Rumah Duka

Pantauan BantenHits.com dari laman infocorona.bantenprov.go.id hingga Sabtu, 28 Maret 2020, di Provinsi Banten tercatat ada 1.736 orang dalam pemantauan, dengan rincian 1.614 masih dipantau dan 122 dinyatakan sembuh.

Sementara, pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah 242 orang, dengan rincian 225 dirawat dan 17 dinyatakan sembuh.

Kasus terkonfirmasi positif Corona di Provinsi Banten berjumlah 67 kasus, dengan rincian 7 orang meninggal, 59 dirawat, dan 1 dinyatakan sembuh.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler