Connect with us

Berita Terbaru

Pemkab Pandeglang Pilih Opsi Batasi Ruang Gerak Warga Dibanding Local Lockdown, Ini Skema Pelaksanaannya

Published

on

Wakil Bupati Pandeglang Tanto Warsono Arban saat mengikuti video conference dengan camat se-Kabupaten Pandeglang di Ruang Pintar, Senin, 30 Maret 2020. Tanto mengatakan, Pemkab Pandeglang memilih opsi membatasi ruang gerak warga dibanding local lockdown untuk mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19). (BantenHits.com/ Engkos Kosasih)

Pandeglang – Pemerintah Kabupaten Pandeglang tidak akan menerapkan karantina wilayah alias local lockdown untuk mencegah penyebaran Virus Corona atau Covid-19.

Padahal, sejauh ini jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Kabupaten Pandeglang terus bertambah. Per Senin, 30 Maret 2020, jumlah ODP di Pandeglang sudah mencapai 583 orang.

Peningkatan ini disebut-sebut karena banyak warga di Kabupaten Pandeglang yang pulang ke kampung halamannya.

BACA :  Distan Targetkan Produksi Padi di Lebak 1 Juta Ton Per Tahun

Wakil Bupati Pandeglang, Tanto Warsono Arban mengatakan, Gugus Tugas Covid-19 sudah menyepakati jika Kabupaten Pandeglang belum menetapkan lockdown daerah. Namun, Pemkab Pandeglang membatasi ruang gerak masyarakat dengan menjaga perbatasan.

“Pemkab Pandeglang tidak melakukan karantina daerah atau lockdown tapi kami memperkecil gerak masyarakat, bukan berarti masyarakat tidak boleh keluar rumah. Tetapi perkumpulan masyarakat tidak boleh,” ungkapnya, usai mengikuti video conference dengan camat se-Kabupaten Pandeglang di Ruang Pintar, Senin, 30 Maret 2020.

Menurut Tanto, penjagaan itu dilakukan lantaran dampak penyebaran virus corona (Covid-19) yang kini mulai menyebar ke daerah. Padahal Pemerintah Pusat sudah melarang agar tidak mudik selama Virus Corona berlangsung.

“Banyak pemudik yang masuk ke Pandeglang, meskipun pemerintah pusat tidak boleh. Makanya kami pantau ini,” imbuhnya.

BACA :  Komisi V DPRD Banten: Pembangunan RSUD Cilograng Perlu Diawasi

Tanto mengaku jika di setiap titik perbatasan akan dijaga selama 24 jam yang terdiri dari 30 orang dari Gugus Tugas Covid-19 ini merupakan gabungan dari TNI, Polri, Dishub dan Satpol PP.

“Satu group terdiri 10 orang, nah nanti ini di mereka bekerja selama 8 jam dan dikali 3 group maka total penjagaan selama 24 jam. Penjagaan ini sudah aman mulai berjalan,” pungkasnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Advertisement
Click to comment

Terpopuler

Please disable your adblock for read our content.
Refresh