Connect with us

Berita Utama

Pemprov Banten Harus Menjamin Pendidikan Empat Anak Ibu Miskin yang Meninggal Setelah Kisahnya Dua Hari Tak Makan Viral

Published

on

Ketua LPA Banten Uut Lutfi saat mengunjungi rumah Yuli Nur Amelia, warga miskin yang meninggal setelah kisahnya dua hari tak makan viral. (BantenHits.com/ Mahyadi)

Serang – Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Kota Serang harus menjamin pendidikan empat anak Yuli Nur Amelia (42), warga miskin yang meninggal dunia, Senin, 20 April 2020.

Kisah Yuli bersama suami dan empat anaknya yang tak makan dua hari selama Banten KLB Corona sempat viral.

“Pemerintah provinsi (dan) kota ini harus fokus dengan kebutuhan anak,” kata Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Banten Muhammad Uut Lutfi kepada awak media di rumah duka, Selasa, 21 April 2020.

BACA :  Kelas Online Digelar untuk Siswa SMA/SMK di Banten Selama Libur KLB Corona

Menurut Uut, saat ini keempat anak Yuli telah diasuh oleh bibinya untuk menghindari hal yang tak diinginkan, menyusul kondisi saat ini yang menimpa keluarganya.

“Agar anak-anak ini bisa lanjut bersekolah, termasuk anak (yang kecil) tujuh bulan ini bagaimana tumbuh kembang ke depan. (Kebutuhan) nutrisi dan sebagainya ini jadi fokus pemerintah dan juga masyarakat ke depan,” katanya.

Dengan adanya kasus ini ia sangat mengharapkan perah pemerintah untuk tanggap dalam pencegahan perekonomian masyarakat di tengah pandemi Corona Covid-19 ini.

“Mudah-mudahan ini adalah kasus yang yang terakhir. (Ke depan) tidak ada lagi. Maka pencegahan itu harus, artinya bahwa pemerintah provinsi ataupun kota ini betul-betul (bekerja). Satgasnya itu harus bisa menyisir sampe ke tingkat RT. Bekerja sama dengan peran serta masyarakat misalkan kader kader di tingkat RT RW (mendata) keluarga mana yang memang itu rentan sangat membutuhkan bantuan,” pungkasnya.

BACA :  Kapolres: Penembakan Rumah Bukan Pakai Senpi

“Jangan sampe misalkan, setelah ada yang meninggal baru pemerintah ada. (Pemerintah) kecolongan seperti itu nah ini harapan menggalakkan juga peran serta masyarakat ke depannya,” sambungnya.

Sementara itu Kholid suami almarhumah mengaku masih berduka dengan meninggalnya sang istri. Sambil memegang botol susu milik anak bayinya. Ia bercerita bahwa istrinya tidak punya riwayat penyakit hanya saja merasa kelelahan.

“Saya juga cape dari kemarin belum tidur, mungkin saya mau nyusul saya pasrah saja. Di bibinya kalau anak,” ucapnya haru.

Pasangan Kholid dan Yuli memiliki empat orang anak yakni Riska Yuliandara (18), Dyah Ayu Mustikawati (14), Muhammad Ridho Pamungkas (11), dan Nur Kholifa (7 bulan). 

BACA :  Dagangannya Disita Satpol PP, Saeni Tak Tahu Isi Larangan Pemkot Serang

Anaknya yang paling besar hanya lulus SMP, sementara anak yang nomor dua putus sekolah hingga SMP. Kemudian anak nomor tiga masih bersekolah kelas lima SD. 

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Terpopuler