Connect with us

Berita Utama

Seluruh wilayah Banten Akhirnya Terpapar, Tiga Warga Lebak Diduga Positif Corona Ditemukan Persis Hari ke-38 KLB Corona

Published

on

Pemprov Banten menggelar rapid test massal di lima wilayah, Kamis, 23 April 2020. Hasilnya 11 orang dinyatakan reaktif atau diduga positif Covid-19. (FOTO: Dok. Dinas Infokom Provinsi Banten)

Serang – Kabupaten Lebak menjadi wilayah terakhir yang bertahan dari penyebaran virus Corona (Covid). Persis di hari ke-38 KLB Corona di Banten, dua warga Lebak diduga positif Corona ditemukan.

Sebelumnya, hingga satu bulan pemberlakuan KLB Corona, kabupaten yang dipimpin Iti Octavia Jayabaya masih steril dari warga yang positif Corona, maupun pasien dalam pengawasan (PDP) Corona.

Ditemukannya warga diduga positif Corona di Kabupaten Lebak setelah Pemerintah Provinsi Banten menggelar screening Covid-19 dengan melakukan rapid test massal serentak di lima wilayah, Kamis, 23 April 2020.

BACA :  Irna: Kritiknya Harus Idealis Jangan Ditumpangi

Lima wilayah tempat digelarnya rapid test massal yakni Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, Kota Serang, dan Kota Cilegon.

Di lima wilayah itu rapid test digelar tersebar di 11 lokasi. Dari total 3.091 alat rapid test yang digunakan, sebanyak 3.085 orang diperiksa. Dari hasil pemeriksaan, sebanyak 11 orang ditemukan reaktif (positif) terinfeksi Covid-19, 3.074 orang non reaktif dan sisanya enam orang invalid atau tidak dapat divalidasi.

“Hari ini kami kembali lakukan rapid test di lima kabupaten/kota, dan hasilnya ada 11 orang reaktif atau terindikasi positif Covid-19,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Banten sekaligus Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten dr. Ati Pramudji Hastuti melalui keterangan tertulis, Kamis, 23 April 2020.

BACA :  Pemkab Bahas Besaran Nilai THR ASN Kabupaten Lebak

Ati merinci, kesebelas orang tersebut tersebar di lima kabupaten/kota yakni Kota Serang sebanyak empat orang, Kabupaten Serang dua orang, Kabupaten Lebak tiga orang, Kabupaten Pandeglang satu orang dan Kota Cilegon satu orang.

Hasil tes dari 11 orang tersebut sudah diambil sampel cairan dari tenggorokan dan hidung untuk pemeriksaan swab dengan metode polymerase chain reaction (PCR).

“Sampelnya langsung kami kirimkan ke Jakarta untuk diuji oleh Balitbangkes Kementerian Kesehatan,” jelasnya.

Ati menjelaskan, screening di Kabupaten Lebak, dilakukan di dua kecamatan yakni Sajira dan Malingping.

Untuk Kecamatan Sajira screening bertempat di Alun-alun Rangkasbitung dengan pemakaian 327 rapid test dan sebanyak 327 orang telah diperiksa. Hasilnya menunjukkan 324 non reaktif dan 3 orang reaktif (positif Corona).

BACA :  168 Pelajar Berprestasi di Kota Cilegon Dapat Reward Rp474 Juta PT Tenaris SPIJ

Sementara screening di Kecamatan Malingping bertempat di Kampung Cipendeuy dengan pemakaian 170 rapid test dan sebanyak 170 orang telah diperiksa, hasilnya menunjukkan non reaktif secara keseluruhan.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Terpopuler