Connect with us

Berita Terbaru

Harga Pangan di Banten Stabil Selama Pandemi Covid-19 karena Pedagang Cermat Siasati Kondisi

Published

on

Harga pangan di Banten relatif stabil sejak pandemi Corona (Covid-19). Ilustrasi: pedagang bawang putih di pasar Rangkasbitung beberapa waktu lalu. (Istimewa)

Serang – Pasokan bahan dan harga pangan di Banten masih relatif stabil terkendali sejak diberlakukan status KLB Corona (Covid-19) pada 14 Maret 2020 hingga sepekan Ramadan 1441 H atau 30 April 2020.

Hal itu disampaikan Sekda Banten Al Muktabar saat mengikuti web seminar atau webinar melalui platform Zoom bersama Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian selaku Sekretaris Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP), Kamis 30 April 2020.

“Secara umum stok bahan pokok yang berada di pasar, berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun dalam kondisi yang mencukupi,” kata Al Muktabar.

BACA :  Menikah di Tahun 2020? Calon Pengantin Beserta Keluarga Wajib Rapid Test

Dalam kegiatan yang dilakukan secara virtual itu, Al Muktabar didampingi Kepala OPD anggota TPID Provinsi Banten, yakni Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Pertanian dan Plt Kepala Biro Ekonomi Setda Provinsi Banten.

Menurut Al Muktabar, harga pangan di Banten tetap stabil karena pedagang telah mampu menyiasati kondisi dengan melakukan pembelian secara kontinyu kepada pemasoknya untuk memenuhi kebutuhan konsumen selama masa tanggap Covid-19.

Sementara pasokan bahan pokok sampai dengan Kamis ini masih terkendali, namun ada beberapa bahan pokok seperti gula kristal putih (GKP) yang belum sepenuhnya normal kondisi nya.

“Hal ini pun sesuai dengan kondisi secara nasional, namun kondisi ini sudah diantisipasi dengan akan masuknya gula secara cukup ke pasaran dalam minggu ini,”jelasnya

BACA :  PUPR Pandeglang Bangun Dua Irigasi, Totalnya Rp1,9 Miliar

Dalam rapat juga dibahas mengenai upaya-upaya yang telah dilakukan pemerintah daerah terkait penanganan Covid-19 dalam kegiatan ekonomi masyarakat.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Terpopuler