Connect with us

Berita Utama

Satu Keluarga Buruh Pabrik di Tangerang Positif Covid-19

Published

on

Satu keluarga buruh pabrik di Tangerang terdiri suami istri dan dua anak positif Covid-19. FOTO ILUSTRASI: Proses evaluasi WNA Thailand yang terjebak pandemi Corona (Covi-19) di Indonesia.(Dok.Lion Air)

Tangerang – Satu keluarga buruh pabrik terdiri suami, istri dan dua anak masing-masing berusia 15 tahun dan 7 tahun, dinyatakan positif virus Corona (Covid-19).

Keluarga buruh pabrik ini tinggal di Desa Sukamantri, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi kepada BantenHits.com mengatakan, yang pertama kali dinyatakan positif di keluarga ini adalah suaminya.

“Dia dirawat sejak 24 Maret,” kata Hendra, Senin, 4 Mei 2020.

Yang bersangkutan, lanjutnya, sejak dinyatakan positif Covid-19 hingga saat ini masih menjalani perawatan di RSUD Banten.

BACA :  Sudah Dicor, Jalan di Cigelam Serang Masih Dikeluhkan Warga

Pasien tersebut diketahui bekerja di sebuah perusahaan di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Dia setiap hari bolak-balik Tangerang-Jakarta.

“Pake motor bolak balik (Tangerang-Jakarta),” jelasnya.

Sejak yang bersangkutan dinyatakan positif, Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Tangerang memeriksa istri dan dua anaknya. Hendra memastikan, kedua anaknya tak ada yang balita seperti diberitakan sejumlah media.

Hasil test swab, istri dan dua anaknya yang berusia 15 tahun dan 7 tahun dinyatakan positif dan langsung dievakuasi ke Wisma Atlet.

Kasus satu keluarga buruh pabrik terpapar Covid-19 semakin memastikan sektor industri sudah terpapar.

Sebelumnya, dua karyawan PT Eds Manufacturing Indonesia atau PT PEMI di Balaraja, Kabupaten Tangerang meninggal dunia dan dinyatakan positif Covid-19.

BACA :  Putar Film G30S/PKI, Dandim Lebak: Bangsa Ini Harus Belajar dari Sejarah

Kedua karyawan pabrik yang memproduksi suku cadang mobil ini meninggal dunia secara berturut-turut sejak 20-25 April 2020.

Keduanya dinyatakan memiliki gejala virus Corona dan berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) Corona. Namun, hasil laboratorium keduanya hingga Senin, 27 April 2020 masih belum diketahui.

Hendra saat itu kepada BantenHits.com mengatakan, pihaknya sudah melakukan penelusuran terhadap keluarga, karyawan dan tenaga medis yang kontak dengan dua karyawan yang meninggal dunia.

Mereka juga sudah dilakukan pemeriksaan menggunakan rapid test dan swab. Hasil rapid test terhadap keluarga tak ditemukan yang memiliki gejala, sementara lima karyawan dinyatakan reaktif hasil rapid testnya atau positif Corona.

Hingga Senin, 4 Mei 2020, industri di Kota dan Kabupaten Tangerang masih tetap beroperasi seperti biasa.

BACA :  Usung Tema ‘Pati Hagni Pati Rahayu’, Final ARRF Challenge II 2018 Resmi Digelar

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Terpopuler