Connect with us

Berita Terbaru

DPRD Nilai Serapan Anggaran Covid-19 di Lebak Masih Rendah; Kabar Refocusing Tahap 4 Merebak

Published

on

DPRD Lebak saat RDP dengan Dinas Kesehatan Lebak. (Istimewa)

Lebak- DPRD Kabupaten Lebak menilai serapan anggaran Covid-19 masih rendah karena dibawah 50 persen. Padahal, daerah penyangga ibukota Jakarta ini menggelontorkan anggaran Rp181 miliar untuk penanganan wabah virus yang menjadi pandemi global itu.

Hal itu terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPRD Lebak dengnan Tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Masing-masing Dinas Kesehatan, Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Selasa, 30 Juni 2020.

Ketua Komisi III DPRD Yayan Ridwan mengatakan dari hasil RDP serapan anggaran untuk ke-3 OPD tersebut sangat rendah yakni dibawah 50 persen. Salah satu contohnya adalah Dinas Kesehatan yang diberikan 31 Miliar rupiah baru tetserap 9 miliar rupiah atau 29 persen.

BACA :  Wabup Lebak: Multatuli Menginspirasi Keragaman Puisi

“Kami sangat menyayangkan serapan anggaran untuk penanganan covid ini sangat rendah, padahal anggarannya besar dan kebutuhan sangat banyak, seperti kebutuhan sarana prasarana di puskesmas dan rumah sakit,”kata Yayan kepad awak media.

Menurut politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bahkan yang paling tidak dimengerti Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) pemerintah Kabupaten Lebak akan melakukan refocusing kembali anggaran untuk penanganan Covid-19.

“Ini juga yang menjadi persoalan tim anggaran dan gugus tugas malah mau melakukan refocusing lagi, sedangkan anggaran yang di 4 OPD ini belum terserap, kan apa-apaan itu,” tegasnya.

Sementata itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Triatno Supiono mengaku penggunaan anggaran untuk penanganan Covid 19 itu dari bulan Maret sampai Oktober, sehingga masih ada waktu untuk dibelanjakan.

BACA :  Piknik Pembubaran Panitia Maulid, Empat Keluarga Asal Ciputat Jadi Korban Tsunami Banten

“Anggaran kan digunakannya sampai bulan Oktober sehingga masih ada waktu, kita sih sekarang mengandalkan bantuan provinsi dulu, untuk menggunakan anggaran Ini (9 miliar-red) kita akan melihat situasi kondisi covid 19 dulu di lebak,” ucapnya.

Meskipun demikian, Pion memastikan jika anggaran tersebut tidak terserap maka semuanya akan dikembalikan ke Kas Daerah.

“Pasti lah pasti dikembalikan, hanya kita dalam menggunakan anggaran kan harus hati hati banget, apalagi APBD kita (Lebak-red) sangat kecil,” tegasnya.

Editor: Fariz Abdullah



Terpopuler