Connect with us

AGENDA KPU

Deteksi Pemilih Misterius di Pilkada Kabupaten Serang, KPU Gelar Uji Publik ke Desa-desa

Published

on

Ilustrasi : Petugas PPDP Komisi Pemilihan Umum saat Mendata DPS (Foto. Antara)

Serang – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Serang, tengah melakukan uji publik daftar pemilh sementara (DPS) ke tiap-tiap desa, sejak 19 hingga 28 September 2020. Tujuannya, ingin memastikan seluruh warga terdaftar sebagai pemilih

Ketua KPU Kabupaten Serang, Abidin Nasyar menuturkan, tujuan dari uji publik ingin memastikan seluruh warga Kabupaten Serang terdaftar sebagai pemilih, dan apabila ada warga yang tidak memenuhi syarat maka akan dicoret (blacklist) sesuai dengan mekanisme dan peraturan yang ada.

“KPU Kabupaten Serang sedang melakukan uji publik dari tanggal 19 sampai 28 September terkait DPS. DPS ini kita turunkan ke lapangan, kita melakukan uji publik di sleuruh Desa sampai tanggal 28,” ujar Abidin saat ditanya soal adanya DPS yang fiktif, di KPU Kabupaten Serang, Rabu, 23 September 2020.

BACA :  Fahri Hamzah Ramaikan Pilkada Tangsel, Masuk Barisan Benyamin-Pilar Saga

Hal itu menjawab temuan hasil lapangan oleh Bawaslu Kabupaten Serang, soal adanya DPS yang fiktif alias misterius.

Abidin menegaskan, DPS yang ditetapkan KPU Kabupaten Serang sifatnya terbuka untuk umum. Kemudian bagi warga yang belum terdaftar namun sudah memenuhi syarat ia menyarankan agar segera mendaftarakan diri kepada petugas lapangan.

“Jadi data pemilih saat ini yang DPS kita tetapkan ini silahkan terbuka buat masyarakat untuk mengajukan, apabila ada warga yang belum terdaftar atau ada warga yang tidak memenuhi syarat sebagai pemilih itu silahkan waktunya saat ini,” ujarnya.

“KPU sedang turun ke 399 desa, di seluruh desa-desa kita turun ke lapangan untuk uji publik,” sambungnya.

BACA :  Satu Rumah di Pandeglang Rusak Usai Tersambar Petir; Dinding Jebol dan Perabot Hangus

Lebih lanjut, Abidin menjelaskan, untuk penetapan TPS baru penentuan titik kordinatnya saja, nanti setelah hasil uji publik akan jadi catatan apabila penetapan TPS tersebut jauh dari penduduk. Sebab, menetapkan TPS itu harus di lihat dari akses jarak tempuh warga atau pemilih.

“Kalau memang aksesnya jauh akan kita rubah,” pungkasnya.

Editor : Engkos Kosasih



Pria kelahiran Cihara, Kabupaten Lebak ini, dikenal aktif berorganisasi. Sejak sekolah hingga kuliah, jabatan strategis dalam organisasi pernah diembannya. Mursyid dikenal memiliki daya juang dan dedikasi tinggi dalam pekerjaannya.

Terpopuler