Connect with us

Berita Utama

Lagi Heboh Potensi Tsunami 20 Meter, Alat Pendeteksi Dini di Banten Malah Rusak

Published

on

ILUSTRASI : Alat Peringatan Dini Tsunami atau Early Warning System (EWS) di Banten Rusak (Google)

Serang – Alat peringatan dini tsunami atau Early Warning System (EWS) yang ada di wilayah pesisir Provinsi Banten mengalami kerusakan sampai tidak berfungsi.

Padahal, bencana tsunami setinggi 20 meter mengancam sebagian wilayah Provinsi Banten, berdasar hasil riset Institut Teknologi Bandung (ITB).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten, Nana Suryana membenarkan jika EWS itu mengalami kerusakan.

“Iya, yang rusak sirine yang ada di Panimbang, Labuan, dan Pasauran. Sedang dimintakan untuk perbaikan ke BMKG Pusat,” katanya kepada BantenHits.com, Selasa 29 September 2020.

Nana mengaku, pihaknya baru mengetahui jika EWS itu tidak berfungsi setelah BPBD Banten melakukan tes aktivasi di Pusdalops BPBD Banten pada 26 September 2020. 

BACA :  Peras Bos Proyek Normalisasi Setu Rawa Kutruk, Mantan Napi Ditangkap

“Ya pada saat tes aktivasi itu ternyata 3 sirine tidak berbunyi,” ujarnya.

Nana juga mengatakan, Pemerintah pusat sudah mengeluarkan peta Zona Rawan Bencana dan Pemerintah Kabupaten Lebak sudah mengusulkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Rencana Umum Tata Ruang (RUTR)

“Melakukan sosialisasi/edukasi/himbauan kepada masyarakat, untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan,” ungkapnya.

Ia mengaku untuk melakukan mitigasi bencana pihaknya tidak bisa melakukan secara sendiri. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat dapat berperan aktif dalam melakukan mitigasi bencana.

“Mitigasi bencana harus melibatkan seluruh unsur, baik pemerintah pusat, daerah dan seluruh stakeholder serta masyarakat,” pungkasnya.

Editor : Engkos Kosasih



Pernah menjadi tokoh mahasiswa selama kurun perkuliahan 2015-2019, pria asal Banten Selatan ini memutuskan pilihan hidup menjadi jurnalis setelah lulus kuliah. Tolib memiliki ketertarikan pada dunia kepenulisan.

Terpopuler