Connect with us

Berita Terbaru

Ratusan Buruh Berhadapan dengan TNI-Polri di Kawasan Bitung, Akses Perbatasan Kabupaten Tangerang Lumpuh

Published

on

Ratusan buruh di Kabupaten Tangerang saat merangsek ke kawasan Bitung. (BantenHits.com/Rifat Alhamidi)

Tangerang – Akses lalu lintas perbatasan Kabupaten-Kota Tangerang lumpuh setelah ratusan buruh mencoba merangsek ke Kawasan Bitung, Kabupaten Tangerang, Rabu, 7 Oktober 2020. Mereka bermaksud untuk menyuarakan penolakan UU Omnibus Law Cipta Kerja.

Pantauan Bantenhits.com di lokasi, sejumlah kendaraan yang menuju Kota Tangerang harus tertahan di Kawasan Bitung. Setidaknya, kendaraan mengular hingga mencapai 3 kilometer.

Sementara, dari arah berlawanan, ratusan aliansi serikat buruh mencoba merangsek menuju Pintu Tol Bitung. Mereka, dihadang oleh polisi tepat di Jalan Telesonic, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang.

Akibatnya, sejumlah kendaraan yang hendak menuju Kabupaten Tangerang juga harus tertahan. Buruh tetap ‘keukeuh’ ingin merangsek menuju pintu Tol Bitung, sementara polisi juga sudah berjaga menerjunkan puluhan personel beserta sejumlah mobil baracuda.

BACA :  SKB CPNS di Lebak Terapkan Protokol Ketat

Salah satu pengendara, Ali Nurdin, mengaku sudah satu jam menunggu di Kawasan Bitung setelah terjebak kemacetan panjang. Kendaraan yang dia tumpangi, juga hanya bisa berjalan beberapa meter dan sisanya harus menunggu antrean.

“Iyah, mas. Ini sudah satu jam nunggu gak maju-maju,”kata Ali ditemui disela-sela menunggu kemacetan panjang di Kawasan Bitung, Kabupaten Tangerang.

Sebelumnya diketahui, aparat gabungan TNI-Polri bersiaga di kawasan Bitung, tepatnya di Jalan Raya Serang KM 10,5 Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang. Hal ini, dilakukan untuk menghadang massa aksi yang akan melakukan demonstrasi terkait penolakan UU Omnibus Law Cipta Kerja di Jakarta, Rabu 7 Oktober 2020.

Wakapolres Tangerang Selatan Kompol Stephanus Luckyto menyatakan, pihaknya menyiagakan ratusan aparat kepolisian yang dibantu TNI untuk melakukan penyekatan massa aksi yang hendak menuju kompleks parlemen. Khususnya, untuk rombongan sejumlah masyarakat yang tidak memiliki kepentingan apapun terhadap UU Omnibus Law.

BACA :  Santri di Banten Lakukan Ini saat Kobaran Api Melalap Tiga Asrama Ponpes As-Syifa Pandeglang

“Kita dalam antisipasi beberapa hari ini melakukan penyekatan di beberapa titik untuk pergerakan massa ke Jakarta. Salah satunya di sini,” kata Luckyto saat berbincang dengan Bantenhits.com di Kawasan Bitung, Kabupaten Tangerang.

Editor: Fariz Abdullah



Rifat Alhamidi memulai karir sebagai jurnalis pada sejumlah media massa di Banten. Di masa kuliahnya, pria kelahiran Pandeglang ini dikenal sebagai aktivis mahasiswa. Dia memiliki ketertarikan pada dunia sosial dan politik.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler