Connect with us

Berita Terbaru

Aksi Mahasiswa Penolak UU Cipta Kerja yang Akan Duduki DPRD Pandeglang Digagalkan Polisi

Published

on

Mahasiswa Kelompok Cipayung Plus, Menolak UU Cipta Kerja, Mereka Berusaha Masuk ke Gedung DPRD Pandeglang, Kamis 8 Oktober 2020. (BantenHits/Engkos Kosasih)

Pandeglang – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam kelompok Cipayung Plus di Kabupaten Pandeglang, melakukan long march di depan Majlis Ulama Indonesia (MUI) hingga ke gedung DPRD Pandeglang.

Kelompok Cipayung Plus Pandeglang menyatakan sikap menolak Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja (Ciptaker) yang disahkan DPR RI beberapa hari lalu. Mereka juga meminta agar DPRD Pandeglang dapat menyatakan sikap penolakan terhadap UU tersebut.

“Kami menuntut DPRD Pandeglang menyatakan sikap untuk menolak UU Cipta Kerja yang menyengsarakan rakyat,” kata Ketua GMNI Pandeglang, Tb Muhammad Afandi kepada wartawan, Kamis 8 Oktober 2020.

BACA :  Selama 2017, Polresta Tangerang Ungkap 210 Kasus Narkotika

Sayangnya, aksi mahasiswa ini tak mendapat tanggapan dari pihak DPRD Pandeglang. Karena tidak ada satu pun anggota legislatif yang berada di gedung berwarna putih itu.

Hal ini semakin membuat massa aksi memanas dan ingin masuk ke gedung DPRD, akibatnya massa aksi terlibat saling dorong dengan aparat Kepolisian yang berjaga di lokasi tersebut. Sehingga massa aksi gagal untuk memasuki ruang paripurna.

Namun Afandi memastikan, massa aksi akan tetap bertahan di depan gedung DPRD sampai bisa menduduki ruangan paripurna yang dianggap sakral.

“Kami akan tetap bertahan di sini sampai bisa menduduki ruang paripurna, enggak peduli meski sampai malam pun,” tegasnya.

Editor : Fariz Abdullah

BACA :  Soal Parkir Liar, Alasan Ini yang Ogah Didengar Wali Kota Cilegon



Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Terpopuler