Connect with us

Berita Terbaru

Kala ‘Rekan-rekannya’ Berjuang Menolak UU Ciptakerja, Buruh di Tangerang Ini Pilih Gantung Diri di Pohon Nangka

Published

on

Ike Nurjanah Gantung diri di Lebak

Ike Nurjanah, karyawan pabrik sepatu PT Saedong ditemukan tewas gantung diri di rumahnya, Jumat, 25 Januari 2019. (Foto Ilustrasi: Google.)

Tangerang- Di tengah ramainya gelombang aksi buruh dalam menolak UU Ciptakerja, warga Kampung Barat, Desa Daru, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang dihebohkan dengan penemuaan sesosok mayat tergantung.

Adalah WS (37). Pria yang diketahui seorang buruh ini nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di pohon nangka, Kamis, 15 Oktober 2020. Dia nekat mengakhiri hidupnya karena diduga mengalami depresi akibat himpitan ekonomi.

Informasi yang diperoleh, korban pertama kali ditemukan warga sudah dalam kondisi tak bernyawa dengan posisi tergantung di pohon nangka yang tak jauh dari rumahnya pada pukul 05.30 WIB.

BACA :  Mobil Camat Menes Pandeglang Jadi Korban Pecah Kaca di Lebak; Ratusan Lembar Uang Dollar Dilaporkan Raib

Belakangan, ia juga diduga mengalami depresi lantaran terlilit hutang. Kondisi tersebut, diperparah setelah korban terkena pemotongan gaji dari perusahaan tempatnya bekerja akibat dampak pandemi Covid-19.

“Betul. Pada saat ditemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia menggunakan kaos warna putih merah dan celana panjang bahan warna hitam dengan posisi leher terikat,” kata Kanit Reskrim Polsek Tigaraksa Iptu Edy Sumantri.

Korban diketahui meninggalkan seorang istri dan dua orang anak. Salah satunya, diketahui baru saja beranjak dewasa dan telah menamatkan pendidikan SMA.

Edy pun menyatakan, dari hasil olah TKP, polisi tidak menemukan adanya tanda kekerasan pada tubuh korban. Pihak keluarga juga sudah menerima kejadian itu sebagai suatu musibah dan meminta pihak kepolisian tidak dilakukan visum.

BACA :  Peringati Kartini, Ratusan Siswa Madrasah Pawai Busana Adat Nusantara

“Dari keterangan keluarga, korban memang sempat mengalami depresi. Keluarganya sudah mengikhlaskan peristiwa tersebut,” ujar Edy.

Editor: Fariz Abdullah



Rifat Alhamidi memulai karir sebagai jurnalis pada sejumlah media massa di Banten. Di masa kuliahnya, pria kelahiran Pandeglang ini dikenal sebagai aktivis mahasiswa. Dia memiliki ketertarikan pada dunia sosial dan politik.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler