Connect with us

Berita Utama

Duh, Persediaan APD di RSDP Serang Mulai Menipis

Published

on

Pejabat Pemkab Serang saat berfoto bersama dengan anggota DPD RI Tubagus M Ali Ridho Azhari. (BantenHits.com/Mursyid Arifin)

Serang – Persediaan alat pelindung diri (APD) di Rumah Sakit Drajat Prawiranegara (RSDP) Serang sudah menipis dan diperkirakan cukup hingga akhir Desember 2020.

Wakil Direktur Keuangan (RSDP) Serang, Encup Suplikah mengaku, bahwa terkait APD sampai hari ini masih cukup persiapannya sampai akhir Desember 2020.

“Kita masih nyari donasi, yang sudah terkumpul untuk 3 bulan sampai Desember masih cukup,” kata Encup usai menghadiri kunjungan kerja (Kunker) anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Tubagus M Ali Ridho Azhari ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, di Pendopo Bupati, Jum’at, 27 November 2020.

BACA :  Ternyata Asni Tewas saat Birahinya Tengah Memuncak, Bercak Darah di Ujung Kuku dan Luka Gigitan Jadi Bukti

Akan tetapi, lanjut Encup, ke depan apakah masih ada atau tidaknya untuk APD tenaga medis. Sebab, belum ada yang bisa memprediksi apakah pasien Covid-19 ini perkembangannya menurun atau meningkat.

“Mudah-mudahan menurun pasien covid-19, karena saat ini hanya pasien OTG didominasi masih muda,” ujarnya.

Sementara Anggota DPD RI, Tubagus M Ali Ridho Azhari menuturkan, berdasarkan hasil diskusi, bahwa sudah disampaikan aspirasi terkait kendala penanganan pasien covid-19, di mana persedian alat pelindung diri atau APD bagi tenaga medis RSDP Serang persediaannya sudah menipis hanya bisa digunakan sampai akhir Desember 2020.

“Kemudian juga membutuhkan 150 ribu masker, untuk bantuan masker harus sesegera mungkin karena sudah menipis yang digunakan tenaga medis RSDP Serang,” ucap Ali Ridho.

BACA :  Tiba-tiba PDIP Serukan Waspada Upaya Penggembosan saat Interpelasi Bank Banten sedang Bergulir, Ada Apa?

Disisi lain, sebut Ali Ridho dalam kunkernya menanyakan apa saja protkol kesehatan (prokes) yang sudah dilakukan oleh Pemkab Serang. Mengingat, saat ini kasus positif covid-19 mengalami peningkatan paska libur panjang.

“Peningkatan kasus (positof covid-19) bisa jadi (meningkat) karena ada libur panjang, karena mau tidak mau pemerintah membuka (tempat wisata dan lainnya) karena dampak ekonomi sudah sulit,” ungkapnya.

“Ini sebuah simalakama, mau tidak mau harus di buka karena selama ini banyak yang kehilangan pekerjaan. Disisi lain, masalah kesehatan juga harus diperhatikan,” tambahnya.

Editor: Fariz Abdullah 



Pria kelahiran Cihara, Kabupaten Lebak ini, dikenal aktif berorganisasi. Sejak sekolah hingga kuliah, jabatan strategis dalam organisasi pernah diembannya. Mursyid dikenal memiliki daya juang dan dedikasi tinggi dalam pekerjaannya.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler