Connect with us

Berita Terbaru

Empat Ruko di Tangerang Terbakar Hebat, Ibu-Anak Tewas Lalu Suami Kritis

Published

on

Damkar Kabupaten Tangerang saat memadamkan api yang melalap empat ruko. (Istimewa)

Tangerang – Kebakaran hebat melanda 4 roku di Kampung Lebak Baru, RT 15/01 Desa Renged, Kecamatan Keresek, Kabupaten Tangerang. Akibatnya, seorang ibu beserta anaknya yang masih kecil tewas terpanggang dalam insiden nahas ini.

Informasi yang dihimpun, kobaran api pertama kali terlihat menjalar pada Selasa Desember 2020 sekitar pukul 02.45 WIB dini hari. Api yang diduga berasal dari hubungan arus pendek, itu kemudian dengan sekejap menyambar keempat ruko tersebut.

Adapun keempat ruko itu berupa cafe milik Heni, warung minuman milik Riki, toko elektronik milik Faqih dan warung sembako madura milik Suparno. Pada saat kejadian, Suparno diketahui menetap di ruko tersebut bersama istrinya bernama Khosni (30) beserta seorang anak Ana yang masih berusia 4 tahun.

BACA :  Pemkab Tangerang Dukung Para Buruh Tolak UU Omnibus Law Cipta Kerja

“Korbannya menimpa satu keluarga. Istri dan anaknya meninggal dunia, suaminya kritis karena mendapat luka bakar yang lumayan parah,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Tangerang Kosrudin kepada wartawan.

Korban selamat, Suparno saat ini masih mendapat perawatan intensif di RSUD Balaraja lantaran mendapat luka bakar di sekujur tubuhnya hingga 70 persen.

Namun nahas, istri beserta anak perempuannya meninggal dunia di lokasi lantaran terpanggang setelah tidak bisa menyelamatkan diri dari peristiwa kebakaran tersebut.

“Kami menurunkan 2 unit mobil pemadam beserta 10 personil ke lokasi. Alhamdulilah, api bisa dijinakan sekitar pukul 04.30 WIB,” ujarnya.

Setelah berhasil memadamkan api, petugas kepolisian juga langsung terjun ke lokasi kebakaran. Garis polisi juga sudah dipasang agar memudahkan petugas untuk menyelidiki lebih lanjut terkait peristiwa tersebut.

BACA :  DPRD Sebut Keputusan Wahidin Halim Ngutang Rp 4 Triliun ke PT SMI Hanya Akan Membebani APBD

“Sementara ini kerugian ditaksir mencapai Rp 500 juta,” tuturnya.

Editor: Fariz Abdullah



Rifat Alhamidi memulai karir sebagai jurnalis pada sejumlah media massa di Banten. Di masa kuliahnya, pria kelahiran Pandeglang ini dikenal sebagai aktivis mahasiswa. Dia memiliki ketertarikan pada dunia sosial dan politik.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler