Connect with us

Berita Terbaru

Kunjungan ke Puskesmas Ciruas Menurun 50 Persen, Ada Apa?

Published

on

Kepala Puskesmas Ciruas dr Ari Widodo saat memberikan keterangan pers. (FOTO: BantenHits.com/Mursyid Arifin)

Serang – Mewabahnya virus corona atau Covid-19 sejak April 2020 di seluruh penjuru dunia, tak terkecuali di Tanah Jawara. Meski begitu, pihak Puskesmas Ciruas, Kabupaten Serang, Banten belum berani memberikan imbauan kepada masyarakat terkait normalnya pelayanan, lanataran pihaknya mengkhawatirkan hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

“(Pengobatan) itu dikembalikan lagi ke masyarakat, kami berkurang, menurun. Kami juga sadar bahwa kami bisa jadi sumber penularan infeksi. Kalau memang tidak terlalu parah, sudah tahan saja dulu, untuk mencegah penularan transmisi lokal,” kata Kepala Puskesmas Ciruas, dr Ari Widodo saat ditemui wartawan di kantornya, Senin, 4 Januari 2021.

BACA :  Panen Raya Padi Demlot Bios 44 di Lahan Seluas 3 Ha untuk Atasi Krisis Pangan, Dandim 0602 Serang Ajak Petani Patuhi 3M

Menurut Ari, meski angka kunjungan berkurang, namun untuk standar jenis kondisi penyakit yang ditangani masih normal. Hanya saja dari jumlah kunjungan menurun hingga 30 persen.

“Di awal tahun 2020 hampir 50 persen kunjungan menurun. Sekarang sudah mulai naik lagi kunjungan,” ujarnya.

Namun, dikatakan Ari, awal tahun 2021, Puskesmas Ciruas Kabupaten Serang membuka pelayanan normal seperti biasa, yaitu pengobatan, perawatan IGD (instalasi gawat darurat) dan persalinan. Meskipun pada tahun sebelumnya sempat terjadi menurunnya angka kunjungan hingga 50 persen.

“Sterilisasi ruangan rutin dilakukan sebelum dan setelah pelayanan. Setiap hari selalu dibersihkan, kalau tidak begitu bahaya. Kita sekarang melihat kasus Covid-19 semakin naik,” ungkap dia.

BACA :  Orang-orang Ternama di Indonesia 'Ngumpul' di Sekolah Pemilu KAHMI Lebak, Ada Apa?

Meskipun, tutur Ari, ada kemungkinan masyarakat masih menganggap bahwa berobat di Puskesmas akan mudah terjangkit Covid-19. Menanggapi hal itu, ia menegaskan selama prokes diterapkan, tentu hal itu tidak akan mudah terjadi.

“Apabila pasien datang bukan karena Covid-19, sebenarnya kami tidak menangani. Tapi kalau pasien datang, sakit dan terdiagnosa Covid-19 maka kita akan rujuk,” ucapnya.

“Kalau dia datang tanpa gejala dan bawa surat dari kerjaan atau dari manapun bisa dari Lab swasta, yang PCR-nya positif, kita anjurkan isolasi mandiri,” tambahnya.

Editor: Fariz Abdullah



Pria kelahiran Cihara, Kabupaten Lebak ini, dikenal aktif berorganisasi. Sejak sekolah hingga kuliah, jabatan strategis dalam organisasi pernah diembannya. Mursyid dikenal memiliki daya juang dan dedikasi tinggi dalam pekerjaannya.

Terpopuler