Connect with us

Berita Terbaru

Dua Spesialis Ranmor Dibekuk Polresta Tangerang; Aksinya Bak Detektif Serial Animasi

Published

on

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro Saat Menunjukan Salah Satu Barang Bukti Kasus Curanmor. (Bantenhits/ Rikhi Ferdian)

Tangerang- Satreskrim Polresta Tangerang meringkus dua spesialis pencurian sepeda motor (Curanmor) menggunakan kunci Leter T. Kedua pelaku yakni IRS dan MS.

Kepada polisi, Keduanya mengaku sudah lima kali melakukan aksi pencurian sepeda motor, 2 kali di wilayah Serang, 3 kali di wilayah Tangerang salah satunya di dekat Danau Citra Raya, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, dengan korbannya berinisial D (28). 

“Kedua pelaku ditangkap di tempat yang berbeda IRS ditangkap di wilayah Jati Uwung Kota Tangerang sedangkan MS ditangkap di wilayah Kecamatan Curug, Serang,” kata Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro kepada wartawan, didampingi oleh Kasubnit 4 Satreskrim Polresta Tangerang, Ipda Prasetya Bima Praelja, Selasa 2 Maret 2021. 

BACA :  Bantuan Tiba Senin di Kecamatan Sumur, Warga Dua Hari Tak Makan Mayat Pun Dibiarkan di Bawah Reruntuhan

Modus yang digunakan kedua pelaku ini bak serial animasi di televisi dengan menyasar dan mengamati tempat-tempat yang terdapat kendaraan sepeda motor yang ditinggal pemiliknya atau yang sedang terparkir.

“Setelah situasi dirasa aman kedua pelaku langsung mengambil sepeda motor korban menggunakan kunci leter T,” katanya. 

Saat ini kasus Curanmor tersebut masih dalam pengembangan pihak Polresta Tangerang guna mengetahui kemungkinan adanya TKP lain tempat kedua pelaku beraksi. 

“Kedua pelaku akan kita jerat dengan pasal 363 dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara,” Pungkasnya.

Sementara, salah satu pelaku berinisial MS mengaku aksinya dilakukan hanya berdua dengan IRS. MS juga mengaku jika sehari-hari ia berprofesi sebagai kuli batu di wilayah Serang.

BACA :  Hidup di Gubuk Reyot, Kakek di Pandeglang Ditemukan Tewas Gantung Diri

“Saya baru lulus sekolah (SMA) kerjaan cuma sebagai kuli batu di kampung, saya menyesal,” tukasnya.

Editor: Fariz Abdullah



Pria kelahiran Jakarta ini memiliki latar belakang sarjana pendidikan. Ketertarikan pada dunia literasi membuat Rikhi--begitu dia biasa dipanggil--memilih jalan hidup sebagai jurnalis.

Terpopuler