Connect with us

Berita Terbaru

Lebih dari 9 ribu Anak di Lebak Alami Stunting; 5 Kecamatan Ini Penyumbang Terbesar

Published

on

Ilustrasi Stunting

Stunting mencerminkan kekurangan gizi kronis selama periode paling awal pertumbuhan anak. Bagi anak yang mengalami kurang gizi kronis, proporsi tubuh tampak normal tetapi lebih pendek dari tinggi badan normal anak seusianya. (Ilustrasi/okezone.com)

Lebak – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak mencatat terdapat 9.583 anak di Kabupaten Lebak mengalami Stunting. Data tersebut berdasarkan penimbangan bulan Agustus tahun 2020.

Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Lebak, Dr. Nurul menerangkan banyaknya anak stunting akibat kekurangan gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan yang berlangsung lama.

Gangguan pada perkembangan anak itu menyebabkan perkembangan otak serta tumbuh kembang terhambat. Anak yang menderita stunting umumnya bertubuh lebih pendek dari anak pada umumnya.

BACA :  Muhammadiyah Tak Larang Warganya Ikut Aksi 2 Desember

“Jumlah stunting di Kabupaten Lebak pada bulan penimbangan Agustus 2020 sebanyak 9.583 anak atau sebesar 9,29%, terdiri atas Balita Pendek sebanyak 7.336 anak atau 7,12% dan sangat pendek sebanyak 2.247 anak atau sebesar 2,18%,” kata Nurul, Senin, 5 April 2021.

“Setahun ada dua kali penilaian Bulan Penimbangan balita (BPB) yaitu pada bulan Februari dan Agustus. Dari itu kita ketahui pada bulan Agustus 2019 ke tahun 2020 naiknya justru lebih tinggi pak, jumlah stuntingnya 3,66%,”tambahnya.

Nurul menerangkan terdapat 5 kecamatan yang menjadi penyumbang tinggi stunting seperti Kecamatan Cirinten sebesar 11,0 persen, Kecamatan Rangkasbitung sebesar 10,8 persen, Kecamatan Curugbitung sebesar 10,2 persen, Kecamatan Cijaku sebesar 9,9 persen dan Kecamatan Sajira 9 persen.

BACA :  Tekan Angka Kematian Bayi dan Ibu, Pemkot Tangerang akan Terbitkan Perwal

“Tingginya kasus stunting tersebut dapat disebabkan oleh semua indikator, misal kesalahan pengasuhan tidak hanya pada orang tidak mampu, tetapi juga bisa terjadi orang mampu,” ungkapnya.

Menurutnya, jumlah tersebut tidak tergolong tinggi. Bahkan, sudah dibawah target nasional yang dibawah 14 %.

Namun katanya, Dinkes Lebak sendiri tidak akan berpuas diri dan akan selalu melakukan upaya dalam melakulan penanganan stunting itu.

“Ada intervensi spesifik dari Dinkes yang hanya punya daya ungkit 30% dan intervensi spesifik dari seluruh sektor terkait yang bisa memberikan daya ungkit sebesar 70%,” pungkasnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Terpopuler