Connect with us

Berita Terbaru

Bukan Disembelih, Sapi yang Dicuri di Cipocok Jaya Diperlakukan seperti Ini saat Tengah Malam

Published

on

Pelaku pencuri sapi di Cipocok Jaya

Serang – Unit Reskrim Polsek Cipocok Jaya berhasil mengungkap aksi pencurian sapi ternak di kawasan Kelurahan Banjaragung, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten.

Pelaku pencurian berinisial S (60) tergolong ‘unik’ saat menjalankan aksinya. Pasalnya, dari beberapa kasus pencurian hewan ternak, biasanya pelaku langsung memotong hewan curian di lokasi.

Namun, S justru malah menuntut sapi curian dengan berjalan kaki hingga ke tempat penadahnya.

Penangkapan tersebut berawal dari laporan masyarakat tentang kehilangan hewan ternak warga di Kelurahan Banjaragung, pada Sabtu, 10 April 2021 sekitar pukul 02.30 WIB .

Unit Reskrim Polsek Cipocok dipimpin oleh Kanit Reskrim lptu Juwandi SH langsung bergerak melakukan penyelidikan dan mendapat informasi bahwa barang bukti di jual di daerah Rau.

BACA :  Komunas: Perda No 3/2012 Tentang Perlindungan Pasar Tradisional di Lebak Harus Direvisi

Setelah penyelidikan, S ditangkap di rumahnya 10 jam setelah berhasil melakukan pencurian di Kelurahan Banjaragung.

 

“Sebelum menangkap S polisi berhasil menangkap Penadah H (67) di daerah Rau Serang beserta barang bukti satu ekor sapi jantan,” kata Kapolsek Cipocok Jaya Kompol Agus Suprianto, Senin 12 April 2021.

Tidak hanya itu, polisi juga menemukan sapi hasil curian itu di tengah kebun yang sudah disimpan oleh H yang rencananya tengah malam akan dipotong sebelum akhirnya diketahui oleh polisi.

“Iya belum sempat memotong sapi tersebut dikarenakan anggota kami berhasil menangkap,” tegasnya

Kanit Reskrim Polsek Cipocok Jaya lptu Juwandi menambahkan, dalam menjalankan aksinya pelaku sendirian dengan cara membuka pintu kandang dan membuka tali pengikat hewan sapi dan langsung membawanya berjalan kaki ke penadah di daerah Rau.

BACA :  Penertiban Bangunan di Buaran Indah Tangerang Ricuh

“Kerugiannya diperkirakan mencapai sekitar Rp 30 juta. Karena sapinya jenis Lemosen ” kata Juwandi.

Akibat perbuatannya, pelaku pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Terpopuler