Connect with us

Berita Terbaru

Tahanan Kasus Narkoba Polres Tangsel Tewas di Dalam Penjara: Sang Adik Ungkap Kondisi Terakhir Mengenaskan

Published

on

Ketua Tim Pemantauan Penyelidikan Komnas HAM Wahyu Pratama. (Istimewa)

Tangerang- SS (33) tahanan kasus narkoba Polres Tangerang Selatan (Tangsel) tewas, Jumat, 11 April 2021 lalu. Pria itu meregang nyawa diduga akibat dianiaya.

Ya, dari keterangan sang adik, SS menderita penuh lebam pada wajah dan luka di beberapa anggota tubuh yang lain. 

“Waktu dibesuk, Sigit kondisinya sudah parah. Di jidatnya ada luka robek, leher belakangnya ada luka kayak bekas tetes-tetesan plastik dibakar. Kelingking kanannya patah. Waktu diajak ngobrol, kelihatan banget dia benar-benar nahan sakit, enggak tahu badannya ada luka apa lagi,”kata Adik SS yang enggan disebutkan namanya. 

Menurutnya, Pada Jumat (11/12/2020) pagi, pihak keluarga menerima kabar dari petugas bahwa Sigit meningga melalui telepon. Namun saat ditanya keberadaan jasadnya, petugas sempat merahasiakan dan meminta pihak keluarga menunggu petugas mengantarkannya.

BACA :  Peringati HUT TNI ke-71, Danrem 064/MY Serang Ajak Doakan Pejuang

“Petugas berdalih korban meninggal lantaran sakit dan tidak tertolong saat dalam perjalanan ke rumah sakit. Namun keluarga menyayangkan tidak ada bukti tertulis terkait penyakit apa yang diderita korban,”katanya.

Kekinian, Jumat, 16 April 202 Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mendatangi Mapolres Tangerang Selatan.

Ketua Tim Pemantauan Penyelidikan Komnas HAM Wahyu Pratama Tamba kepada wartawan membenarkan jika kedatangannya ke Mapolres Tangsel itu dalam rangka menjalankan tugas pimpinan untuk menyelidiki kasus kematian seorang tahanan. 

“(Tadi) kita sudah bertemu dengan para pejabat inti, dari mulai kasat reskrim, kasat tahti, sampai unit jatanras. Dalam pertemuan kita membahas teknis dari kematian korban,” tutur Wahyu kepada awak media.

BACA :  Kontingen Lebak Sabet Juara Umum di Ajang FLS2N Banten

Ia menyampaikan, dalam pertemuan selama sekitar 80 menit itu, pihaknya banyak menanyakan seputar bagaimana seorang tahanan tersebut diduga dianiaya hingga meninggal dunia. 

“Kami banyak menanyakan hal-hal teknis dan pihak Polres menjelaskan semuanya. Hal ini nanti akan diselediki lebih lanjut dan dikeluarkan hasil rekomendasi dari Komnas HAM,” tuturnya.

Editor: Fariz Abdullah



Pria kelahiran Jakarta ini memiliki latar belakang sarjana pendidikan. Ketertarikan pada dunia literasi membuat Rikhi--begitu dia biasa dipanggil--memilih jalan hidup sebagai jurnalis.

Terpopuler