Connect with us

Berita Terbaru

Belasan Kali Beraksi di Serang dan Pandeglang, Kelompok Curanmor Lampung Timur Akhirnya Diringkus Polisi

Published

on

penggemar Iwan Fals tersangka

Ilustrasi Tersangka (Dok.BantenHits.com) 

Serang – Satreskrim Polres Serang meringkus empat kawanan pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang kerap beraksi di wilayah Kabupaten Serang, Pandeglang dan Kota Serang.

Masing-masing adalah, dua orang pemetik, yakni, Jaini alias Jaeres (35) dan Hanapi (27) warga Desa Pempen, Kecamatan Gunung Pelindung, Lampung Timur.

Dua lainnya adalah penadah, yakni, Usin (45), warga Desa Negara Saka, Kecamatan Jabung, Lampung Timur dan Sudarjat alias Darjat (32), warga Kampung Parakan, Desa Banyumas, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pandeglang.

Kasatreskrim AKP David Adhi Kusuma mengatakan, keempat orang itu berhasil diringkus saat disergap di rumah milik Darjat. Polisi terpaksa melakukan tindakan tegas kepada seorang pelaku karena melakukan perlawanan saat ditangkap.

BACA :  Gagalnya Lelang Proyek di Pandeglang Mencerminkan Lemahnya Perencanaan

“Tersangka Jaini alias Jaeres dan Usin terpaksa dilakukan tindakan tegas karena melakukan perlawanan dan tidak mengindahkan peringatan petugas saat dilakukan penyergapan,” kata David, kepada awak media, Sabtu 29 Mei 2021.

Menurut David, tersangka Jaini sudah belasan kali melakukan aksi curanmor di wilayah Kabupaten dan Kota Serang dan Pandeglang. Dalam setiap aksi kejahatannya, kawanan curanmor kelompok Lampung Timur ini kerap mempersenjatai diri dengan senjata api rakitan.

“Di wilayah Kabupaten Serang, tersangka Jaini mengaku 15 kali melakukan aksi curanmor di wilayah Serang Timur,” jelasnya.

“Barang bukti satu unit Senjata api rakitan jenis pistol warna silver dan 6 Amunisi aktif kaliber 9 ml berhasil kita amankan,” ungkapnya.

BACA :  DLH Kabupaten Pandeglang Ngeluh Sarana Pengangkut Sampah masih Minim

Jaini merupakan residivis jebolan Rutan Serang yang terakhir menggasak motor Honda Beat milik Sarkiman, saat korban bertamu di rumah rekan wanitanya di Kampung Pasir Tegal, Desa Ketos, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang pada awal April kemarin.

“Sasaran kelompok ini adalah motor yang diparkir di halaman rumah atau pertokoan. Motif yang dilakukan dengan merusak lubang kunci menggunakan kunci T. Motor hasil kejahatan selanjutnya dijual kepada Usin untuk selanjutnya dibawa ke tempat asalnya di Lampung untuk dijual kembali,” tandasnya.

Atas perbuatannya mereka dijerat pasal 363 KUHP jo 56 KUHP jo 481 KUHP dan 480 KUHP dengan ancaman di atas 5 tahun kurungan penjara.

Editor : Engkos Kosasih

BACA :  BKIPM Gelar Sosialisasi Pengguna Jasa Cegah Ekspor Impor Ilegal



Terpopuler