Connect with us

Berita Utama

Astaga! Tukang Batagor di Sukamulya Biasa Bacakan Mantra, Terungkap setelah Anak Tiri Depresi

Published

on

Tukang batagor yang ditangkap Satreskrim Polsek Balaraja setelah mencabuli anak tiri yang masih di bawah umur. Pelaku biasa membacakan mantra saat hendak beraksi. (Foto:Dok.Polsek Balaraja untuk BantenHits.com)

Tangerang – Pria berinisial D, seorang tukang batagor di Sukamulya, Kabupaten Tangerang, biasa membacakan mantra.

Tapi mantra-mantra yang dibacakan bukan sebagai penglaris jualannya. Mantra dibacakan saat melakukan perbuatan terlarang mencabuli anak tirinya.

Fakta itu diungkap anak tiri D yang masih di bawah umur. D pun kemudian diamankan oleh satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Balaraja.

Dalam pemeriksaan terungkap, aksi bejat pelaku sudah dilakukan berulang-ulang, sekitar dua tahun sejak 2019 lalu.

“Ya benar kejadiannya ada. Pelaku sudah kita amankan sejak kemarin (Sabtu, 5 Juni 2021). Pelaku adalah ayah tiri korban,” kata Kanitreskrim Polsek Balaraja Iptu Jarot Sudarsono kepada BantenHits.com, Minggu malam 6 Juni 2021.

BACA :  Karyawan Terbakar di Gudang Tiner Pergudangan 99

Jarot menerangkan, kasus ini terbongkar berawal dari kecurigaan ibu korban karena sering melihat anaknya melamun seperti orang depresi.

Khawatir terjadi sesuatu pada diri sang anak ibu korban kemudian membawanya ke orang pintar untuk diobati.

“Habis diobati ke kiyai kondisi korban agak membaik. Korban bilang ke ibunya ingin bicara sesuatu. Dan akhirnya korban bercerita jika dia sudah berulang kali disetubuhi oleh ayah tirinya sejak tahun 2019,” terangnya

Tak terima dengan apa yang dialami oleh putrinya ibu korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Balaraja.

Kepada polisi, pelaku telah mengakui perbuatannya. Menurut pelaku, sebelum memperkosa korban, ia lebih dulu membaca sebuah mantra-mantra agar anak tirinya itu diam dan tak berkutik saat disetubuhi.

BACA :  Warga Cemas Pendakian Gunung Pulosari Dibuka

“Pengakuan dia (pelaku) ada semacam mantra-mantra yang dibaca agar korban diam. Tapi ini masih kita dalami nanti akan kita rilis kasusnya,” tutup Iptu Jarot.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

 



Pria kelahiran Jakarta ini memiliki latar belakang sarjana pendidikan. Ketertarikan pada dunia literasi membuat Rikhi--begitu dia biasa dipanggil--memilih jalan hidup sebagai jurnalis.

Terpopuler