Connect with us

Berita Utama

Parah! Setiap Tahun saat PPDB, Server Pemprov Banten Selalu Down

Published

on

Tangerang- Hari pertama pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA di provinsi Banten terkendala oleh server down sehingga tidak bisa diakses.

Sejak dibuka Senin, 21 Juni 2021, pada pukul 00.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB sejumlah orang tua masih belum bisa melakukan pendaftaran bagi anaknya.

Server down adalah kegagalan sebuah sistem, dimana server mengalami sebuah kegagalan. Hal tersebut terjadi pada website ppdbmandiri.bantenprov.go.id

Dari catatan Bantenhits, PPDB Banten kerap menuai konflik. Di tahun 2020 para orang tua murid kecewa dan memviralkan tagar #TerserahSaja.

Ya hal itu dilakukan sebagai bentuk protes karena tidak adanya respon dari Help Des atas keluhan orang tua murid tentang perubahan data.

BACA :  Pilkades di Pandeglang Tetap Digelar di Tengah Pandemi, Sudah 30 Balon Kades Dinyatakan Gugur Panitia Seleksi

Kordiator Jaringan Sekolah Untuk Semua (JARSUS), Ade Yunus angkat bicara, bahwa banyak hal yang menyebabkan terjadinya server down, diantaranya adalah DNS bermasalah, Kebanjiran Pengunjung, SPOF, Aplikasi Bajakan, Bencana Alam, Pemadaman Listrik, Hacker dan DDOS.

“Kalau Kebanjiran pengunjung atau biasa disebut traffic membludak, seharusnya kan dapat diantisipasi dengan menaikkan kapasitas dari web hosting. Atau bisa juga dengan cara memfilter sejumlah IP yang dicurigai menjadi penyebab traffic membludak,” Ujarnya, Senin 21 Juni 2021.

Ade juga menyesalkan kejadian Server down terus berulang setiap tahun saat PPDB online, yang mestinya sudah dapat diantisipasi sejak dini.

“Kan setiap tahun sudah belajar dari pengalaman, kalau tiap tahun terus terjadi seperti ini sama saja kita jatuh dalam lubang yang sama, bahkan lebih buruk, Dindik segera berbenah perbaiki, evaluasi dan lakukan mitigasi mengingat waktu pendaftaran sangat sempit,” tegasnya.

BACA :  1.000 Peserta Ikuti Tes SBMPTN di UMT

Bila Hingga esok masalah Server Down masih terjadi, menurut Ade JARSUS akan kembali turun memperjuangkan hak orang tua siswa dan calon siswa dalam mendapatkan pendidikan yang setara.

“Tahun yang lalu kita aksi untuk mengingatkan Dindik, bahkan kita audiensi langsung dengan Dindik dan Komisi V DPRD Banten, agar ada perbaikan, faktanya ternyata malah lebih buruk, dan tentu kita tidak akan tinggal diam,” pungkasnya.

Editor: Fariz Abdullah



Pria kelahiran Jakarta ini memiliki latar belakang sarjana pendidikan. Ketertarikan pada dunia literasi membuat Rikhi--begitu dia biasa dipanggil--memilih jalan hidup sebagai jurnalis.

Terpopuler