Connect with us

Berita Terbaru

Covid-19 Kian Mengkhawatirkan; Kasus Terus Bertambah, Sehari 12 Warga Kab. Tangerang Berguguran

Published

on

Jubir Satgas penanganan percepatan Covid-19 Kabupaten Tangerang dr. Hendra Tarmizi. (Dok. BantenHits)

Tangerang- Wabah virus korona di Kabupaten Tangerang kian mengganas. Kondisi ini membuat ambulans yang membawa pasien positif COVID-19 harus mengantri di rumah sakit rujukan.

Begitu pun dengan jenazah pasien korona di rumah sakit tak bisa langsung dibawa ke pemakaman, lantaran banyaknya pasien positif yang dievakuasi.

“Iya kondisinya memang sangat banyak sekali (pasien korona) ambulans dari puskesmas juga banyak yang mengantri di rumah sakit. Bahkan kadang-kadang numpuk,” Kata Jubir Satgas COVID-19 Kabupaten Tangerang dr Hendra Tarmizi kepada BantenHits.com, Sabtu 26 Juni 2021.

Menurut dia, terhambatnya proses evakuasi pasien korona bukan karena terbatasnya jumlah ambulans.

BACA :  Ratusan Kader Perindo di Lebak Hijrah ke Partai Berkarya

Namun, karena banyak rumah sakit yang tidak mau menerima pasien lantaran telah mengalami over kapasitas.

“Rata-rata puskesmas bawa tiga pasien sehari kita mau ngerujuk tapi rumah sakitnya penuh. Ambulans cukup tapi yang nggak cukup itu rumah sakit yang mau menerima,” Terangnya

Ia menambahkan, melonjaknya kasus COVID-19 dalam sebulan terakhir ini juga menyebabkan angka kematian karena virus corona ikut meningkat.

Bahkan, pihaknya pernah mendapat laporan dari dinas pemakaman Kabupaten Tangerang ada 12 jenazah dalam sehari yang dimakamkan di TPU Buni Ayu.

“Kalau kami terima laporan sekarang minimal lima orang meningal dalam sehari. Tapi pernah dinas pemakaman lapor ke saya ada 12 orang yang dikubur di Buni Ayu dalam sehari,” Pungkasnya.

BACA :  Warga Kota Tangerang Diimbau Tak Keluar Kota saat Liburan 28 Oktober - 1 November 2020, Jika Terpaksa Pergi Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

Editor: Fariz Abdullah



Pria kelahiran Jakarta ini memiliki latar belakang sarjana pendidikan. Ketertarikan pada dunia literasi membuat Rikhi--begitu dia biasa dipanggil--memilih jalan hidup sebagai jurnalis.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler