Connect with us

Berita Terbaru

Salat bareng Selebgram, Doktor Lulusan Madinah Tokoh Penting Era SBY Ajak Anak Muda Lebih Mengenal Indonesia

Published

on

Selebgram Syakir Daulay saat berbincang dengan tokoh penting era SBY, Dr. Salim. (Istimewa)

Jakarta – Anak muda Indonesia harus lebih mengenal Indonesia melalui interaksi dengan beragam masyarakat yang ada di sekitarnya. Upaya ini perlu dilakukan agar tumbuh kecintaan kepada bangsa dan negara Indonesia.

Demikian disampaikan Ketua Majelis Syuro PKS, Dr. Salim saat menerima kunjungan selebgram Syakir Daulay di kediamannya di Pejaten, Jakarta, Selasa, 20 Juli 2021

“Mumpung masih muda, kita harus mengenal negeri sendiri. Jika kita tidak mengenal Indonesia, bagaimana kita akan mencintai dan berkontribusi untuk negeri ini?” ujar Dr. Salim seperti dilansir dalam keterangan tertulis yang diterima BantenHits.com.

Menteri Sosial RI periode 2009-2014 itu mengingatkan anak muda bahwa Indonesia merupakan negara yang besar dengan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang luar biasa. Nantinya kekayaan Indonesia itu akan dikelola oleh anak-anak muda sebagai generasi penerus kepemimpinan generasi saat ini.

BACA :  Dibuat 'Melohok' oleh Lebak Data Center, DPRD Banten: Inovasi Cukup Bagus

“Karena itu sejak sekarang anak muda harus lebih mengenal Indonesia lebih baik, lebih lengkap dan lebih mendalam. Agar ketika mendapat amanah kepemimpinan, anak-anak muda ini dapat melaksanakannya secara bijaksana,” imbuh Dr. Salim.

Di tengah-tengah kunjungannya ke kediaman Dr. Salim, selebgram Syakir Daulay berkesempatan salat berjamaah bareng dengan Dr. Salim.

Dr. Salim mengakui bahwa tantangan anak muda saat ini lebih beragam. Untuk itu perlu pendampingan dan arahan dari orang tua lebih intens.

“Masa muda saya seperti anak-anak muda lain, tapi semangat belajar luar biasa. Saya lulus SD di Solo. Lulus SMP dan SMA di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Kemudian meneruskan kuliah ke Madinah Islamic University pada usia 18 tahun. Program S1 (sarjana), S2 (pasca sarjana) hingga S3 (doktoral) saya selesaikan di Madinah,” kenang Duta Besar RI untuk Kerajaan Arab Saudi dan Kesultanan Oman periode 2005-2009 ini.

BACA :  Bayi dalam Tas Merah di Tempat Sampah

Usai mendapatkan gelar doktor di bidang syariah, Dr. Salim kembali ke Indonesia. Ia tergerak meneruskan cita-cita sang kakek untuk aktif di bidang pendidikan dan sosial.

“Kakek saya mendirikan Perguruan Al-Khairaat, yang mengelola sekolah/madrasah lebih dari 1.400 unit di kawasan timur Indonesia. Saya terinspirasi oleh perjuangan beliau,” ungkap Salim.

Kakek Dr. Salim, Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri atau yang biasa dipanggil Gurutua SIS al-Jufri mendirikan Al-Khairaat pada 30 Juni 1930 di Kota Palu. Perguruan Al-Khairaat tak hanya membina masyarakat di Sulawesi, tetapi juga di Maluku hingga Papua.

Cukup banyak alumni Al-Khairaat yang menjadi tokoh daerah dan nasional. Karena jasanya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, maka Gurutua mendapat Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera Adipradana dari Pemerintah RI.

BACA :  Perampokan Modus Ban Kempes Terjadi di Cilegon, Uang Rp 80 Juta Raib

Editor: Fariz Abdullah



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler