Connect with us

Berita Terbaru

Pandemi COVID-19 Merenggut Nyawa, Puluhan Anak di Pandeglang Jadi Yatim Piatu

Published

on

Ilustrasi Anak Yatim (MediaIndonesia)

Pandeglang – Pandemi COVID-19 menyisakan kesedihan mendalam bagi anak-anak di Kabupaten Pandegang. Sebab tak sedikit anak-anak harus rela kehilangan kasih sayang dari orang tua akibat pandemi.

Ya, tercatat ada puluhan anak-anak yang menjadi yatim piatu karena orang tua nya meninggal dunia, terpapar COVID-19. Dari data Satuan Bakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos) Kabupaten Pandeglang, ada 48 anak kehilangan orang tua.

“Hasil pendataan kami ada 48 anak di Pandeglang menjadi yatim,” kata Sakti Peksos Pandeglang, Ahmad Subhan, Minggu 5 September 2021.

Ahmad mengatakan, anak – anak yang ditinggalkan oleh kedua orang tua nya, harus terus mendapatkan pendidikan yang layak secara berkelanjutan. Maka dari itu, ada bantuan bagi anak – anak yatim piatu tersebut.

BACA :  Wabup Tanto Usul Satu Dokter Spesialis Pegang Tiga Puskesmas

“Ini bantuannya khusus bagi anak yang orang tuanya meninggal karena COVID-19. Rencananya bantuan itu melalui bank dan penyalurannya pun akan di kawal. Karena bantuannya akan diperuntukan dengan kebutuhan anak, salah satunya kebutuhan perlengkapan serta untuk sandang pangan dan papannya,” ungkapnya.

Akan tetapi kata dia, sampai sejauh ini pihaknya belum bisa memastikan besaran bantuan yang nantinya bakal diterima oleh anak tersebut. 

“Kalau jumlah bantuannya kami belum tahu persis. Tapi ini bantuan untuk kebutuhan pendidikan dan pangan anak – anak yatim piatu itu,” katanya. 

Diakuinya, bantuan untuk anak yatim yang orang taunya meninggal karena COVID-19 bersumber dari Kementrian Sosial, yang mana nantinya bakal difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten. 

BACA :  Segel MP3 Club & Resto, Subadri ke Pemilik: Buka Lagi Saya Tahan Kamu!

“Bantuan ini langsung dari balai yang di tunjuk langsung oleh Kemensos. Terus akan di terima oleh Pemerintah Daerah,” ujarnya.

Terpisah, Bupati Pandeglang, Irna Narulita menyambut baik akan adanya bantuan dari pemerintah pusat yang diperuntukan bagi anak yatim piatu. Karena, dimasa usia anak yang terbilang masih produktif, memang perlu mendapat perlindungan serta jaminan dari negara. 

“Mulai nanti dari logistiknya, lalu bagaimana masa depan dunia pendidikannya, itu kita harus tangani dengan betul-betul. Agar mereka bisa menjadi kuat untuk menjadi calon pemimpin, yang lahir ditengah pandemi itu menjadi tanggung jawab kita,” tandasnya.

Editor : Engkos Kosasih



Samsul Fatoni memulai karier jurnalistik di sejumlah media massa mainstream di Banten. Pria yang dikenal aktivis semasa kuliah ini memutuskan bergabung BantenHits.com karena ingin mendapatkan tantangan dalam berkarya.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler