Connect with us

Berita Terbaru

Tak Dihapus, Aksi Mural di Cilegon Justru Didukung Lalu Diberi Hadiah Jutaan Rupiah

Published

on

Seniman mural saat unjuk gigi dalam lomba HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke 66 di Kota Cilegon. (Bantenhits/Iyus Lesmana)

Cilegon- Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Cilegon meminta para seniman mural untuk unjuk gigi dalam acara HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke 66.

Ya, mereka ‘dimodali’ bahkan difasilitasi untuk memainkan koas di sebuah dinding yang telah disiapkan di Lapangan praktik pembuatan SIM.

Tentunya mereka hanya boleh mencorat-coret sesuai dengan tema yang ditentukan.

Aksi ini jelas berbanding terbalik dengan kabar yang heboh belakangan ini. Di beberapa daerah Indonesia mural yang mengandung ‘isu miring’ bergegas dihapus oleh petugas.

Kapolres Cilegon, AKBP Sigit Haryono mengatakan kegiatan lomba mural ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat bahwa pentingnya melaksanakan tata tertib berlalulintas, melalui sosialisasi di berbagai media salah satunya mural.

BACA :  Rapat Bareng ASN Positif Covid-19 di Pemprov Banten Selama 3 Jam, Pejabat di Lebak Jalani Isolasi Mandiri  

“Kebetulan saat ini kami punya tembok yang bisa menjadi sarana untuk dibuat mural,”kata Sigit, Minggu, 19 September 2021.

“(Temanya-red) tentang Tata tertib berlaluintas salah satunya tidak diperbolehkan menggunakan knalpot brong yang tidak diperbolehkan, jadi masyarakat akan tertanam dalam pikirannya masuk ke otak bawah sadarnya kalau knalpot yang tidak standar itu tidak boleh,”tambahnya.

Kata Sigit, dalam lomba kali ini terdapat 11 tim yang bertarung memperebutkan hadiah uang jutaan rupiah.

“Peserta ada 11 tim seniman mural sebetulnya yang daftar banyak namun kita batasi karena temboknya terbatas. Saya kaget ada peserta dari Magelang, Jawa tengah naik sepeda motor sengaja datang untuk ikut lomba,”katanya.

BACA :  Pertamina Prediksi Konsumsi BBM di Banten Naik 4 Persen saat Libur Tahun Baru

Sementara Kasat Lantas Polres Cilegon, AKP Yusuf Dwi Admodjo menegaskan bahwa bahan yang digunakan untuk media melukis seleuruhnya di tanggung oleh panitia lomba, para peserta hanya di tuntut untuk menuangkan kreatifitas seni lukis.

“Bahan-bahan untuk melukis seperti cat dari panitia sendiri peserta hanya di tuntut untuk mengembangkan Kreatifitas mereka,”tandasnnya.

Editor: Fariz Abdullah



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler