Connect with us

Berita Terbaru

Paparan Cerdas Bupati Muda di CNBC; Penurunan Level PPKM Kerek Pertumbuhan Ekonomi

Published

on

Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar saat memaparkan kondisi ekonomi di Kabupaten Tangerang dalam acara dialog CNBC Indonesia. (Tangkap layar video CNBC Indonesia)

Jakarta – Pusat-pusat perekonomian tak lagi tersentralisir di Jakarta sebagai Ibukota negara. Namun sudah menyebar ke daerah-daerah penyangga, salah satunya Kabupaten Tangerang.

Hal itu ditandai salah satunya dengan pengembangan yang dilakukan sejumlah perusahaan properti di wilayah ini. Indikator lainnya adalah meningkatnya investasi di sektor industri.

Lalu bagaimana kondisi kekinian ekonomi di Kabupaten Tangerang setelah 1,5 setengah disergap pandemi COVID-19? Bagimana pula dampak PPKM pada pertumbuhan ekonomi di wilayah berjuluk Kota Seribu Industri ini?

Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar memaparkan kondisi ekonomi kekinian di wilayahnya dalam Evening Up yang ditayangkan CNBC Indonesia, Rabu 6 Oktober 2021.

BACA :  Duarrr! Pom Bensin Mini di Kronjo Meledak Malam-malam, Merambat ke Rumah Warga

Pantauan BantenHits.com, Minggu, 10 Oktober 2021, dalam dialog interaktif itu, Zaki menyebutkan, kondisi Kabupaten Tangerang saat ini jauh lebih baik. Bahkan, sebetulnya, ketika Tangerang Raya berada di PPKM Level 4, Kabupaten Tangerang sebenarnya sudah ada di Level 3.

Penurunan level PPKM wilayah Tangerang Raya, kata Zaki, berhasil mendorong aktivitas ekonomi masyarakat Kabupaten Tangerang dan berefek pada perbaikan ekonomi.

“Ketika terjadi pelonggaran-pelonggaran untuk sektor ekonomi, kami melihat pertumbuhan ekonomi yang luar biasa,” kata Zaki.

“Kami sudah mencatat, di kuartal ke-2 (tahun) 2021 ini, (pertumbuhan ekonomi) sudah mendekati 4 persen dari yang tadinya minus 3 persen di awal tahun 2021,” sambungnya.

Melihat geliat pertumbuhan ekonomi yang positif, lanjut Zaki, pada semester ke-2 ini Pemkab Tangerang akan mencoba membuka secara bertahap sektor perekonomian tapi dengan catatan tidak mengabaikan protokol kesehatan.

BACA :  Rano Minta 200 Unit Rumah Murah untuk PNS

“Nah, (tetap ketat menerapkan protokol kesehatan) ini yang wajib menjadi prioritas. Karena kami tidak mungkin mengekang lagi atau membatasi masyarakat untuk pergerakan ekonomi,” paparnya.

“Masyarakat kita sudah cukup tertekan dan sudah menderita sekali. Maka dari itu, protokol kesehatan yang sekarang wajib kita lakukan menjadi prioritas di masyarakat,” lanjutnya.

Sementara, terkait pelonggaran PPKM, Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI), Hariadi Wibisono mengingatkan pentingnya pemerintah untuk memastikan implementasi aturan selama PPKM dapat dilaksanakan dengan baik guna menghindari penularan COVID-19.

“Peperangan (melawan COVID-19) belum selesai. Artinya, risiko (penyebaran COVID-19) masih ada di sekitar kita. Jika menganggap pertempuran sudah selesai, di situlah mulai terjadi bahaya,” ungkap Hariadi.

BACA :  Asyik! Jembatan Gantung di Desa Mekar Baru Petir Sudah Bisa Dimanfaatkan

Hariadi menyebutkan, jika pembukaan kembali sektor ekonomi dengan dimulainya kembali work from office (WFO) 100 persen diyakini akan meminimalisir atau bahkan nol penularan maka pembukaan aktivitas ekonomi tak mengapa dilakukan.

Dia juga mengingatkan kondisi Kabupaten Tangerang sebagai pusat ekonomi yang dikunjungi orang dari berbagai wilayah. Hal inilah yang benar-benar harus diperhatikan secara serius.

“Pelaksanaan kebijakan di tempat-tempat itu (harus benar-benar diterapkan). Pengawasan menjadi kuncinya,” pungkasnya.

Editor: Fariz Abdullah



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler