Connect with us

Berita Terbaru

Zat Kimia yang Tumpah saat Kecelakaan Maut di Tol Tangerang – Merak Bisa Bikin Sesak, Warga yang Terpapar Bisa Melapor

Published

on

Truk tangki bermuatan kimia terlibat kecelakaan beruntun di Tol Tangerang-Merak. Dalam peristiwa tersebut satu orang tewas dan 28 luka. (Instagram/Indukpjrserang)

Serang – Kecelakaan lalu lintas beruntun terjadi di Jalan Tol Tangerang – Merak, KM 74.900 A arah Tangerang, Minggu, 17 Oktober 2021 sekitar pukul 21.50 WIB.

Kecelakaan tersebut melibatkan tiga kendaraan, yaitu truk tangki kimia, Bus Putra Pelangi dan Honda Brio. Satu penumpang Bus Putra Pelangi meninggal dunia seketika, sementara 28 lainnya luka-luka.

Dalam peristiwa tersebut, muatan zat kimia yang ada di truk tangki tumpah ke jalanan. Asap dari zat kimia yang tumpah mengepul di sekitar lokasi.

Zat Kimia Bisa Melukai

BACA :  Tiga Pelajar SMAN 3 Rangkasbitung Bela Lebak di LCC Tingkat Banten

Kabid Humas Polda Banten AKBP Shinto Silitonga mengungkapkan, truk tangki kimia yang mengalami kecelakaan bermuatan H2So4 atau asam sulfat.

Menurut Shinto, zat kimia itu jika mengenai langsung tubuh manusia bisa melukai dan membuat iritasi.

“Kimia ini Jika terhirup, bisa membuat sesak saluran pernapasan manusia. Sehingga saat melakukan penyemprotan, evakuasi korban dan kendaraan, personil Brimob Polda Banten harus mengenakan pakaian khusus,” kata Shinto kepada wartawan, Senin sore, 18 Oktober 2021.

Shinto mengatakan saat evakuasi Unit KBR (Kimia, Bilogi dan Radiasi) Brimob Polda Banten, langsung turun menggunakan peralatan khusus anti radiasi dan anti kimia. Sehingga dapat melakukan evakuasi terhadap kendaraan dan korban kecelakaan tersebut.

BACA :  Cegah Penyalahgunaan Narkoba, Orangtua Diimbau Tak Beri Uang Jajan Anak Berlebihan

Namun, hingga Senin sore jajaran Polda Banten belum menerima keluhan masyarakat atas bocornya zat kimia ini.

Shinto menjelaskan Ditlantas Polda Banten memastikan korban luka dan jiwa dalam kecelakaan tersebut bukan dikarenakan terkena zat kimia dari truk tangki milik PT Sulfindo Adisusaha ini.

“Kami terbuka menerima informasi, jika ada masyarakat sekitar, pengguna jalan yang terimbas dari kecelakaan cairan tersebut. Korban (kecelakaan) tidak ekses dari cairan kimia, tapi dari benda tumpul dan benturan kecelakaan tersebut,” ujarnya.

Kabid Humas Polda Banten AKBP Shinto Silitonga saat menjelaskan kondisi korban kecelakaan maut di Tol Tangerang – Merak. Dalam peristiwa ini satu penumpang tewas seketika dan 28 lainnya luka. Peristiwa ini juga memicu tumpahnya zat kimia ke jalan hingga muncul asap pekat. (BantenHits.com/ Mahyadi)

Lima Korban Masih Dirawat

BACA :  Dinsos Lebak Ancam Laporkan Dugaan Pungli Kube Aspirasi

Shinto juga menjelaskan kondisi kekinian 28 korban salam kecelakaan yang menjalani perawatan di RS Sari Asih Serang dan RSUD Serang.

Dari 28 korban luka hingga Senin sore tersisa lima orang yang masih mendapatkan perawatan. Satu korban di RS Sari Asih Kota Serang, dan empat lagi di RSUD Serang.

“Hari ini saya bersama penyidik Ditlantas Polda Banten melakukan pengecekan korban kecelakaan di RS, dari hasil tersebut. Total dari 28 yang luka, 5 harus menjalani perawatan yang intensif,” beber Shinto.

Satu dari lima korban yang masih harus menjalani perawatan intensif, yakni korban yang dirawat di RS Sari Asih kondisinya lebih berat dibanding korban lain karena mengalami luka di bagian kepala dan dada.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler