Connect with us

Berita Terbaru

Aturan Penyelenggaraan dan Pendanaan Pendidikan Pesantren, UMKM hingga Silat Akan Segera Terbit di Kabupaten Serang

Published

on

Penyampaian tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) usulan Bupati Serang dan satu raperda prakarsa DPRD Serang pada Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Serang, Rabu, 25 Mei 2022.(Istimewa)

Serang – Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa menyampaikan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) usulan Bupati Serang pada Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Serang, Rabu, 25 Mei 2022.

Selain tiga raperda, itu disampaikan juga dalam paripurna satu raperda yang merupakan prakarsa DPRD Kabupaten Serang.

Ketiga Raperda tersebut yakni pertama Raperda tentang perubahan ketiga atas Peraturan Daerah (Perda) Nomor 11 tahun 2016 tentang pembentukan dan susunan Perangkat Daerah Kabupaten Serang.

Kedua, Raperda tentang Pelestarian Warisan Budaya dan Adat Istiadat Kabupaten Serang, serta ketiga Raperda tentang perubahan atas Perda Nomor 5 tahun 2015 tentang Usaha Mikro dan Kecil di Kabupaten Serang. 

BACA :  648 Posyandu di Tangsel Siap Layani PIN Polio 2016

Sementara raperda yang diprakarsai para wakil rakyat di Kabupaten Serang yakni Raperda tentang penyelenggaraan dan pendanaan pendidikan pesantren.

Usai rapat paripurna Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa menjelaskan, terkait Raperda tentang Pelestarian Warisan Budaya dan Adat Istiadat.

Menurutnya, raperda ini penting karena warisan budaya perlu dipelihara dan dijaga karena merupakan asset daerah.

“Aset itu tidak harus berupa fisik, tidak berupa harus berubah berbentuk, tempat atau lokasi, seni dan budaya pun itu harus kita jaga sebagai aset,” ujarnya kepada wartawan.

Pandji menegaskan, aset milik Kabupaten Serang seperti budaya tidak boleh punah namun harus dilestarikan. Oleh karena itu, raperda yang diusulkan tentang pelestarian aset budaya.

BACA :  Kunjungi Korban Bencana Alam, PMI Serang Salurkan Bantuan

“Aset yang kita miliki diharapkan dan di
dorong menjadi budaya nasional, seperti misalnya ketoprak kan itu ketoprak lenong itu teater masyarakat pedalaman Jakarta, tapi itu bisa didorong menjadi pentas panggung nasional,” terang Pandji.

“Ludruk atau ubrug itu teater dari kampung tapi dikemas sedemikian rupa, itu bisa menjadi nasional. Kita punya ubrug, laes dan debus, kita akan kemas sedemikian rupa sehingga bisa tampil dalam pentas nasional,” sambungnya.

Namun hingga saat ini, menurut Pandji, warisan budaya dan adat istiadat di Kabupaten Serang seolah-olah belum terjaga. Terlebih bisa terjual sampai tingkat nasional.

“Kita ingin kemas sedemikian rupa salah satunya Silat Kaserangan, banyak aset-aset kita sebetulnya yang menjadi kekayaan daerah kita,” ucap Pandji.

BACA :  GP Ansor Banten Desak Usut Tuntas Dibalik Beredarnya Terompet Bersampul Alquran

“Nanti dalam Perda itu bisa dijadikan menjadi sebagian mata pelajaran ekstrakulikuler di sekolah-sekolah, kemudian juga kita bisa minta bantuan dan bekerja sama setiap bulan agar ditampilkan budaya lokal untuk tamu-tamu di hotel,” tambah Pandji.

Sementara Ketua DPRD Kabupaten Serang Bahrul Ulum setelah menerima salinan tiga macam raperda usulan Bupati Serang, pihaknya menindaklanjuti untuk menyampaikan kepada Fraksi-Fraksi DPRD Kabupaten Serang.

“Untuk pandangan fraksi-fraksi akan disampaikan pada rapat paripurna yang akan dilaksanakan pada Selasa, 31 Mei 2022,” tutupnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

 



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler