Connect with us

Berita Terbaru

Dinkes Lebak Tambah Stok Anti Bisa Ular, Jumlahnya 1.300 Vial

Published

on

FOTO ILUSTRASI. Bisa ular. (Net)

Lebak- Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak mengalokasikan anggaran pembelian anti bisa ular (ABU) di APBD Perubahan 2022. Jumlahnya mencapai 1.300 Vial.

Hal itu dilakukan lantaran saat ini stok serum ABU di Bumi Multatuli mulai menipis. Tercatat, sampai saat ini hanya tersisa 44 vial.

Kabid Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinkes Lebak, Endang Komarudin, mengatakan, menipisnya ABU disebabkan kekosongan di pihak produsen.

“Kami mendapat informasi resmi dari pihak yang memproduksi serum ABU bahwa ada kekosongan, dan baru ada kembali di akhir bulan Agustus ini,” kata Endang, Senin, 15 Agustus 2022.

Endang menyebut, stok serum ABU yang menipis disebabkan meningkatnya angka kasus warga yang digigit ular berbisa.

BACA :  50 Persen Angkutan Umum di Pandeglang belum Perpanjang Izin Trayek

Terutama di beberapa puskesmas yang dekat dengan wilayah perkampungan Baduy yakni Puskemas Cisimeut, Puskesmas Bojongmanik dan Puskesmas Cirinteun.

“Kasus di wilayah-wilayah itu kemungkinan besar memang sedang meningkat, satu zona ini. Kebutuhan vial untuk setiap pasien yang digigit ular berbeda-beda, bisa 1 atau 2 vial, tergantung bagaimana derajat racunnya,” ungkap Endang.

Untuk mengantisipasi kekurangan di puskesmas-puskesmas tersebut, Dinkes akan menambah serum dari puskesmas lain yang tingkat kasusnya rendah.

“Sebagian dari 44 vial yang ada sudah dikasih ke sana, sambil menunggu ketersediaan normal nanti pinjam dari puskesmas yang tidak tinggi kasusnya,” ujar Endang.

Kata dia, di APBD Perubahan 2022, Dinkes telah mengajukan anggaran untuk kebutuhan 1.300 vial dari kebutuhan biasanya 1.000 vial. Jumlah tersebut untuk memenuhi kebutuhan hingga Juli 2023.

BACA :  Kodim 0603 Lebak Bangun Pos Kamling dan Renovasi Musala di Cimanyangray

“Soal ini, kami sudah tekankan ke puskesmas ketika ada kejadian supaya segera koordinasi dengan puskesmas terdekat kalau stok ABU kosong atau kekurangan,” jelas Endang.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler