Connect with us

Berita Utama

Ngotot Belikan RT/RW Sepeda Listrik, Bupati Pandeglang Disebut Aneh oleh Mahasiswa: ‘Ingat, Bu! Pandeglang Itu Masih Tertinggal

Published

on

Bupati Pandeglang Irna Narulita tengah menjadi sorotan setelah ngotot ingin membelikan RT/RW se-Pandeglang sepeda listrik menggunakan APBD Rp 38 M. Foto ilustrasi: Irna saat membuka acara rembug stunting. (Dok.BantenHits.com/ Engkos Kosasih)

Pandeglang –  Gelombang protes mahasiswa Pandeglang terus bermunculan terkait rencana Bupati Pandeglang Irna Narulita yang akan membeli sepeda listrik untuk RT/RW se-Pandeglang dengan anggaran Rp 38 M.

Kali ini giliran mahasiswa di Pandeglang Selatan yang meminta Bupati Pandeglang, Irna Narulita membatalkan rencana pengadaan ribuan sepeda listrik untuk RT/RW itu.

Selain pemborosan anggaran, pengadaan sepeda listrik itu juga tidak efekfif dan akan menjadi beban RT/RW ke depan. Sebab, onderdil sepeda tersebut sulit di dapat di Kabupaten Pandeglang.

BACA :  Bukan 'Kaleng-kaleng'! Oktober 2022 Kota-kota Pesisir Se-Asia Timur dan Mitra dari 12 Negara Kumpul di Kabupaten Tangerang

“Sepeda itu punya umur ekonomis dan pasti cepat rusak jika dipakai di jalan ancur. Ketika rusak onderdil nya susah dan belum tentu ada di Pandeglang. Nanti ujung-ujungnya malah jadi beban RT dan RW,” kata Ketua Himpunan Mahasiswa Pandeglang Selatan, Agung Lodaya, Minggu 14 Agustus 2022.

Selain itu Bupati juga harus melihat Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 45 Tahun 2020 tentang Kendaraan Tertentu dengan Menggunakan Penggerak Motor Listrik.

Dalam aturan tersebut sepeda listrik dilarang untuk beroperasi di jalan raya. Cuma bisa dioperasikan di lajur khusus dan kawasan tertentu saja karena minim keselamatan.

“Bupati jangan berkaca ke daerah maju. Ingat Pandeglang itu masih tertinggal masih ada jalan rusak dan warga ditandu untuk pergi ke Puskesmas, sepeda itu tidak akan bisa membawa warga yang sakit apalagi dibawa ke jalan raya karena dilarang oleh Permenhub,” katanya.

BACA :  Tim Gabungan Tutup Tambang Pasir di Cimarga; Langgar Perda Pengelolaan Lingkungan Hidup

Agung meminta anggaran sebesar itu bisa dialokasikan untuk hal yang lebih bermanfaat. Karena persoalan di Kabupaten Pandeglang masih segudang.

“Semisal beli mobil pemadam kebakaran, ambulans dan armada pengangkut sampah. Itu kan masih jadi persoalan juga, giliran sampah numpuk ngakunya kekurangan armada karena minim anggaran. Nah ini mau buang-buang anggaran,” tuturnya.

Oleh karena itu, Agung meminta Bupati Pandeglang membatalkan pengadaan sepeda listrik yang menjadi sorotan publik. Ditambah dalam RPJMD Pandeglang pembelian sepeda listrik itu tidak ada. 

“Bu Irna ini jangan egois dong. Rakyat pengen apa dikasih program apa, aneh memang Bupati kita,” tutupnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler