Connect with us

Pemprov Banten

Distanak Banten Minta Pengawasan Kesehatan Hewan Perlu Komitmen Semua Pihak

Published

on

Serang – Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Provinsi Banten meminta pengawasan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) untuk berkomitmen agar dapat berjalan efektif. Untuk memberikan pedoman pengawas Kesmavet, sebagaimana diamanatkan dalam undang-undang dan peraturan pemerintah, diperlukan persiapan yang matang.

 

“Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Pascapanen segera menyelesaikan penyusunan Peraturan Menteri Pertanian tentang Pengawasan Kesmavet dan Pedoman Operasional Standar Kesmavet sebagai dasar pelaksanaan kegiatan pengawasan pada seluruh rantai produksi dan peredaran produk hewan,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Provinsi Banten, Agus Tauhid.

Untuk itu, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan meminta Badan Karantina Pertanian memperhatikan rekomendasi yang dikeluarkan oleh provinsi daerah asal dan rekomendasi provinsi daerah tujuan sebagai bagian dari kelengkapan dokumen persyaratan karantina di daerah.

“Dinas Provinsi yang belum memiliki perda dan pergub tentang pengawasan peredaran hewan dan produk hewan harus segera  menyusun,” tukasnya.

Sementara itu,lanjut Agus, dinas provinsi yang telah mengusulkan, segera mendapat alokasi anggaran dalam bentuk dana dekonsentrasi maupun tugas pembantuan kegiatan pengawasan Kesmavet.

“Itu sebabnya, setiap proses peyembelihan hewan ruminansia dan unggas baik di rumah pemotongan hewan atau unggas agar benar-benar mengikuti sehat, utuh, dan halal,” ungkapnya.

Untuk itu, masyarakat juga perlu mewaspadai beredarnya daging-daging yang dicurigai bersumber dari hewan-hewan yang disembelih sesudah mati atau biasa disebut titren, daging gelonggongan, daging celeng, dan penggunaan bahan berbahaya yang bukan diperuntukkan untuk pangan.(Zie)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

20 − 6 =

Facebook

Trending