Connect with us

METROPOLITAN

Sopir Angkot Cilegon Ancam Aksi Lagi Jika Taksi Online Tak Uji KIR

Published

on

sopi angkot cilegon


Suasana audensi sopir angkot dengan Dishub Kota Cilegon dan DPRD Kota Cilegon.(Banten Hits/ Iyus Lesmana)

Cilegon – Ratusan sopir angkutan kota (angkot) di Kota Cilegon menggelar aksi mogok massal menolak keberadaan taksi online, Selasa (6/2/2018). Aksi tersebut membuat pengguna angkota di Kota Baja terlantar.

BACA JUGA: Penumpang Terlantar Akibat Ratusan Angkot Mogok di Cilegon

Aksi sopir angkot tersebut berakhir setelah digelar audiensi antara sopir angkot, DPRD Kota Cilegon dan Dishub Kota Cilegon. Para pihak menyetujui tiga kesepakatan, di antaranya taksi online yang beroperasi di Kota Cilegon harus mengikuti uji KIR.

“Kesepakatannya salah satunya Pemkot Cilegon harus melakukan pengawasan dan tindakan AKDP. Selain itu kami meminta adanya terminal dan sub terminal. Ketiganya (angkutan) berbasis online itu akan diterapkan sesuai undang-undang 3-4 bulan ke depan,” ujar Amin salah seorang perwakilan sopir angkot.

‎Amin menjelaskan, saat ini pihaknya tidak melarang dengan keberadaanya taksi online terlebih saat ini aturannya sudah dikeluarkan oleh Permenhub Nomor 108 Tahun 2017 Tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek. Namun pihaknya menilai bahwa keberadaan taksi online sangat merugikan sopir angkot.

‎”Karena memang secara legal dan tidak legalnya hanya pemerintah yang tahu. Kita hanya merasakan adanya taksi online pendapatan kira berkurang secara drastis,” jelasnya.

Amin menegaskan, pihakknya akan terus mengawasi pelaksanaan tiga kesepakatan hingga 3-4 bulan ke depan. Jika tidak berjalan, kemungkinan ratusan angkot akan kembali mogok beroperasi.

“Kita akan aksi lagi jika pemerintah tidak melaksanakan hasil kesepakatan,” tegasnya. (Rus)

Facebook

Trending