Connect with us

PILKADA

Pemilih, Jangan Selfie di Bilik Suara

Published

on

Selfie di Bilik Suara

Komisioner KPU Banten, Syaeful Bahri. (Dok. Banten Hits)

Serang – Empat daerah di Provinsi Banten pada tahun ini menyelanggarakan pemilihan kepala daerah (pilkada). Tiga daerah yakni Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Lebak hanya diikuti oleh satu pasangan calon. Sementara di Kota Serang, ada tiga pasangan calon yang bertarung.

Di dalam bilik suara pada tanggal 27 Juni 2018 nanti, masyarakat akan menggunakan hak pilih sesuai pilihan dan hati nuraninya.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banten, Syaeful Bahri mengatakan, membawa handpone dan kamera ke dalam bilik suara mengindikasikan adanya prakyik money politics

“Melanggar prinsip kerahasiaan, jadi membawa handphone atau kamera ke bilik suara tetap berpotensi akan dijadikan money pokitics, sebagai bukti mencoblos. Maka antisipasi demikian dengan kecermatan, ketelitian dan profesionalisme anggota KPPS,” kata Syaiful, Jumat malam (6/4/2018).

Syaeful meminta agar KPU kabupaten dan kota mensosialisasikan kepada masyarakat untuk tidak memfoto surat suara yang telah dicoblosnya maupun selfi di bilik suara dengan memperlihatkan surat suara.

“Sesuai UU Nomor 10 Tahun 2016 bisa terancam hukuman penjara,” jelas Syaeful.

Untuk mencegah hal itu terjadi, Syaeful meminta peran pengawas TPS agar tidak ada pemilih yang membawa apapun ke dalam bilik suara selain kebutuhan memilih.

“Jangan jadi pajangan saja, fungsu linmas seperti securiti di perbankan. Kami ingin. linmas memberi pelayanan dan memberi arahan kepada pemilih sesuai aturan KPU agar kualitas pemungutan dan penghitungan suara sebagai jantungnya pemilu bisa dijaga,” paparnya.

Anggota KPPS sambung Syaeful juga harus memastikan setiap pemilih yang sudah menggunakan hal pilihnya mencelupkan jarinya ke dalam tinta,

“Kalo semua warga tahu, maka upaya-upaya yang tidak baik dari orang-orang yang tidak menginginkan sebuah proses pesta demokrasi bisa tercegah,” tuturnya.(Nda)

Trending