Connect with us

CITARASA

Kedai Kopi Cak Alief  Manjakan Penikmat Kopi “Akut” dengan Aroma Khas Kawah Ijen

Published

on

Kedai Kopi Cak Alief

Owner Kedai Kopi Cak Alief Abdurrhosyid ketika foto bersama dengan Anggota DPR RI Hasbi Assyydiqi Jayabaya. (Istimewa)

Di tangan para barista andal, bubuk kopi yang disajikan acap menjelma sihir; kadang melahirkan suasana riang, juga suasana kontemplatif. Ya, kopi hari ini bukan hanya sekadar soal rasa yang tercecap di mulut.

Gelombang penikmat kopi dewasa ini semakin tak terbendung merambah kota-kota, bahkan ke kampung-kampung, tempat di mana kopi tumbuh dan dituai. Hal ini ditandai dengan menjamurnya kedai kopi yang menyajikan racikan kopi alami terbaik.

Nah, jika Anda kebetulan berkunjung ke Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, di sini ada kedai kopi yang menarik untuk disinggahi. Namanya Kopi Cak Alief. Posisi persisnya di Leuwiranji, Kelurahan Muara Ciujung Timur, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.

Abdurrhosyid, pemilik Kopi Cak Alief dalam wawancara dengan wartawan Banten Hits Fariz Abdullah menuturkan, kopi dengan aroma khas Gunung Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur menjadi primadona di tempatnya.

Meski demikian, bukan berarti kopi-kopi daerah lainnya tidak diminati. Tercatat ada banyak kopi favorit yang disajikan di Kopi Cak Alief, seperti Kopi Gayo Aceh, Kopi Toraja, dan beragam kopi terbaik lainnya dari seantero Nusantara.

“Untuk saat ini kita masih mengunakan kopi Kawah Ijen Banyuwangi, Bondowoso, Jember, Dampit, Malang, Garut, Aceh, Toraja, Medan dan varian kopi Nusantara lainnya,” kata Abdurrhosyid di lokasi perhelatan Festival Seni Multatuli (FSM), Sabtu, 8 September 2018.

Di acara yang digelar Pemerintah Kabupaten Lebak bekerjasama dengan Dirjen Kebudayaan Republik Indonesia ini, Kopi Cak Alief berkesempatan hadir untuk memperkenalkan kopi-kopi terbaik Nusantara. FSM dihelat selama tiga hari, 6-9 September 2018.

Abdurrhosyid mengamini fenomena menjamurnya kedai kopi di kota-kota—termasuk—di Lebak. Menurutnya, kedai  kopi tak hanya menawarkan kopi yang khas dan nikmat, tetapi juga tempat ngopi yang menawan.

Untuk menarik perhatian pengunjung, sambung Rosyid, banyak hal yang harus dikerjakan untuk menghasilkan kopi yang baik, mulai dari mencari bahan baku yang baik, mengolah biji kopi dengan standar internasional, cara menyajikan kopi kepada pelanggan dan lain sebagainya.

“Saya ingin mendongkrak kualitas kopi lokal terbaik asli Lebak sebagai kopi khas yang memililiki nilai ekonomis tinggi juga melatih petani lokal Kabupaten Lebak agar bisa bersaing dengan petani-petani Nusantara khususnya sebagai penghasil kopi,” jelasnya.

Menurut Abdurrhosyid, peminat kopi di Rangkasbitung sudah tergolong kategori “akut”. Hal itu terbukti dari frekuensi kunjungan ke sedai Kopi Cak Alief. Tercatat ada 100 hingga 200 pengunjung yang singgah untuk merasakan nikmat kopi di Kedai Kopi Cak Alief.

“Saya membutuhkan dukungan dan masukan dari Pemerintah Kabupaten Lebak dalam mengangkat kearifan lokal yang ada di wilayah Kabupaten Lebak,” pungkasnya. (Darussalam Jagad Syahdana)

Trending