Connect with us

METROPOLITAN

Gagal Cabut Gigi Setelah Puskesmas Sukasari Menolak Melayani

Published

on

Tangerang, Banten Hits.com– “Saya kecewa puskesmas Sukasari Tangerang. bp gigi saya ditolak. Bukan wilayahnya katanya. Hanas ngantri ti isuk-isuk (mana udah antri dari pagi-pagi),” tulis sebuah akun Facebook yang menamakan diri Abah Ale di lini masa Facebook, Senin (04/03/2013) sekira pukul 09.00 WIB.

Abah Ale yang kemudian dihubungi Banten Hits.com menjelaskan, petugas di Puskesmas Sukasari tersebut menolak permintaan Abah Ale yang hendak mencabut giginya. “Karena saya tinggal di Kelurahan Buaran Indah, mereka nyuruh saya untuk cabut gigi di Puskesmas Tanah Tinggi,” kata Abah Ale.

Tangerang, Banten Hits.com– “Saya kecewa puskesmas Sukasari Tangerang. bp gigi saya ditolak. Bukan wilayahnya katanya. Hanas ngantri ti isuk-isuk (mana udah antri dari pagi-pagi),” tulis sebuah akun Facebook yang menamakan diri Abah Ale di lini masa Facebook, Senin (04/03/2013) sekira pukul 09.00 WIB.

BACA :  BPTJ Resmi Operasionalkan Bus Jabodetabek Airport Connexion Rute Cikokol

Abah Ale yang kemudian dihubungi Banten Hits.com menjelaskan, petugas di Puskesmas Sukasari tersebut menolak permintaan Abah Ale yang hendak mencabut giginya. “Karena saya tinggal di Kelurahan Buaran Indah, mereka nyuruh saya untuk cabut gigi di Puskesmas Tanah Tinggi,” kata Abah Ale.

Namun, karena sudah terlanjur menghabiskan waktu untuk antri di Puskesmas Sukasari, akhirnya Abah Ale terpaksa harus menunda rencana memeriksakan giginya ke dokter. “Saya tunda besok aja,” ujarnya.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Tangerang Dr.Wibisono mengatakan, semua puskesmas yang ada di Kota Tangerang melayani masyarakat lintas wilayah. “Gak boleh itu. Apalagi sampai menolak. Melanggar undang-undang itu,” katanya saat dihubungi Banten Hits.com melalui telepon genggamnya.

BACA :  600 Personel TNI Siap Amankan Pemilu 2019 di Banten

Dijelaskan Wibisono, pada prinsipnya semua Puskesmas harus melakukan pelayanan lebih dulu terhadap siapa pun. “Ada pun nanti, setelah diberi perawatan bisa kemudian diserahkan ke Puskesmas tempat pasien tersebut berada,” jelas Wibisono.

Tujuan dikembalikannya pasien ke Puskesmas tempat pasien tinggal setelah mendapatkan perawatan, menurut Wibisono, adalah supaya pihaknya gampang memetakan jenis penyakit yang ada di setiap wilayah. (Rus)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler